Follow ya @shawty_666
jantung
Eliza berdegup kencang melihat kekasihnya Greyson berkali-kali mengeluarkan
darah dari mulutnya.
Greyson
mengidap penyakit parah yaitu TBC. Namun Penyakitnya dapat sembuh jika ia
dioperasi tapi biasa operasi tidaklah murah ada 100 euro. Harga yang setimpal
untuk kesembuhan kekasihnya.
Eliza duduk
disamping kekasihnya, mengelus punggungnya yang sedari tadi batuk tiada henti
ia memandang wajah kekasihnya yang pucat.
"El-liza"panggil
greyson dengan terbata-bata.
"iya
grey, ada apa?"tanya Eliza khawatir dia mengambil tissue dan mengusap
darah itu dari mulut greyson
perlahan air
mata eliza keluar dan membasahi wajah cantiknya. Matanya memerah menatap
Greyson dan membersihkan sisa-sisa darah itu
"maaa-aaf"sepatah
kata itu yang terlontar dari mulut greyson, itu membuat eliza semakin tak
berhenti untuk menangis
"buat
apa kau berkata seperti itu Grey""lebih baik"kata Grey terputus,
melepaskan tangan Eliza yang masih membersihkan sisa darah dibibirnya.
"Sudah
6 tahun kita pacaran, disaat kita akan menikah dokter memvonisku mempunyai
penyakit yang mengerikan ini. Lebih baik ..."
Tubuhnya
bergetar
"putus"
Seakan
pedang menusuk tubuh Eliza ketika Grey meminta putus
Selama ini
Eliza berusaha untuk menjaga & merawat hubungan mereka namun, karena
penyakit sialan ini Grey menyerah seakan tiada harapan untuk hidup untuknya.
"Hentikan
ucapanmu Grey penyakit ini bisa sembuh" Jerit Eliza
"aku
tau tapi dengan biaya sebanyak itu? lebih baik aku mati saja toh itu semua akan
sia-sia
kau pasti
bisa sembuh, bagaimanapun caranya kau harus sembuh. Kalau perlu akan kujual
tubuhku"Ucap Eliza meninggi & meninggalkan kekasihnya yang menatapnya
sedih
"jangan
lakukan itu Eliza"kini suara itu terdengan melemah. Grey tak ingin
menangis tapi kali ini ia tak sanggup untuk menahan air mata itu jatuh
SKIP
Suara Sepatu
eliza terdengar keras sekali ketika berjalan dirumah sakit.
Didalam
hatinya ia merasa kesal terhadap Grey yang sudah menyerah sebelum bertanding.
Ia mencoba untuk menahan air matanya & melupakan ucapan Grey yang bodoh
Ia tak mau
seluruh orang yang ada dirumah sakit menatapnya curiga, ia mempercepat langkah
kakinya tangan kanannya kini menutup mulutnya dan terus mempercepat langkah
kakinya untuk cepat keluar dari rumah sakit.
Sudah banyak
yang eliza lakukan untuk kesembuhan Grey.
Mulai dari
bekerja Pagi Siang & malam juga bekerja nonstop. Namun tetap saja 100 juta
euro bukanlah hal yang sedikit.
Jordan
temannya juga berusaha untuk membantu mengumpulkan uang Sumbangan untuk Grey
yang mengidap penyakit TBC.
Eliza
berjalan dengan pandangan kosong sudah beberapa kali ia menabrak orang yang
berlalu lalang namun ia tak peduli. Hati & pikirannya terlalu sakit
ia terus
berjalan bagaikan mayat hidup (zombie)
Hingga ia
menabrak sesuatu. Toko televisi sedang ada siaran berita tentang artis muda
yang terkenal & kaya raya diL.A
Eliza
menatap kelayar kaca itu.
"Andai
saja aku kaya raya"pikirnya dalam hati sambil melihat foto-foto orang kaya
itu ditivi
Seorang
presenter berita itu berbicara
"Justin
Drew Bieber, Hebat bukan pria muda ini adalah artis terkaya, suaranya bagus dan
banyak wanita tertarik padanya apalagi kebaikannya yang selalu menyumbangkan
kekayaannya untuk orang yang membutuhkan sungguh luar biasa"
Eliza
langsung memikirkan pria itu "baik sekali sudah tampan, kaya dan pintar"
bahkan menjadikan Justin sebagai idolanya yang sangat ia kagumi.
Eliza
berharap dapat menemuinya, mungkin itu hanya sebuah harapan, tak mungkin justin
mau menemui gadis rendah ini.
Eliza
langsung memikirkan pria itu "baik sekali sudah tampan, kaya dan pintar"
bahkan menjadikan Justin sebagai idolanya yang sangat ia kagumi.
Eliza
berharap dapat menemuinya, mungkin itu hanya sebuah harapan, tak mungkin justin
mau menemui gadis rendah ini.
Eliza lalu
berfikir mungkin kalau ia bertemu dengan justin dan menceritakan kisahnya
dengan Grey mungkin justin akan luluh dan mau membantunya.
Eliza tau
dimana pria itu tinggal dan berharap bahwa justin adalah penyelamatnya
Ia
melangkahkan kakinya lebih tepatnya ia berlari menuju rumah bieber. Cuaca DiL.A
sedang buruk, Pukul 3 sore seakan pukul 8 malam. Saking mendungnya.
Eliza sampai
disebuah perumahan elit
Perumahan
yang hanya ditinggali oleh orang-orang kaya.
Eliza
berkali-kali berfikir ini adalah sebuah ide yang buruk.
Dengan ragu
ia bertanya kepda penjaga yang ada didepan portal.Penjaga itu berbadan gemuk
bahkan kancing-kancing yang ada dibajunya tak sanggup tuk menahan lemak-lemak
yang ada ditubuhnya.
Ditangannya
terdapat sebuah majalah dan tangan yang satunya sibuk mengambil donat dengan
selai coklat dan dimakannya dengan rakus.
"permisi"
ucap Eliza lembut. Penjaga itu menoleh menatap eliza dengan tatapan aneh.
Dengan nada
separuh menghina dan mengejek ia bertanya"mau cari siapa
"Maaf
aku hanya ingin tahu dimana rumah Justin Drew Bieber"
"ya
tentu saja saya tau, kau liat rumah yang besar dan mewah itu"tanganya
sambil menunjuk rumah yang besar & mewah
"ya"
"itulah
rumahnya. nomor satu"
"terimakasih"kata
Eliza senang. Eliza menuju rumah yang bertulis nomor satu dengan tinta
keemasan. Ia memperhatikan rumah yang didesign klasik & mewah menjadi satu.
Kagum,itu yang dirasakan Eliza
Dilihat dari
rumahnya menandakan bahwa pria ini mempunyai selera seni yang bagus. Ia
memencet bel rumah itu dengan hati berdebar-debar. Sebuah kotak kecil berwarna
putih diatas bel itu mengeluarkan suara
"maaf,
kami tidak menerima sumbangan"
"maaf
saya tak meminta sumbangan saya ingin bertemu dengan Justin Drew Bieber"
"apa
anda sudah membuat janji"kata mesin itu
"belum
namun kuharap ia mau menemuiku"
Eliza POV
Bodoh
berkata apa aku, mau menemuiku? emangnya siapa diriku sehingga justin mau
menemuiku.
"Tuan
Bieber tak ada dirumah,Silahkan pergi"
"tak
apa aku akan menunggunya"kata eliza dan mesin itu tidak mengeluarkan suara
lagi.
Hampir
30menit dia berdiri didepan pagar pembatas bahkan mesin itu mengeluarkan suara
lagi untuk menyuruhnya pergi tapi Eliza tidak mau pergi sebelum bertemu justin.
Hujan deras
& petir malam itu membuat suasana menjadi dingin Eliza mulai cemas dengan
penantiannya.
Ia duduk dan
merapatkan jacketnya yang basah, dan menekuk kakinya yang dingin.Ia terus
berharap hujan berhenti dan justin mau menemuinya. Namun dugaannya salah hampir
2jam ia diguyur hujan.
Tubuhnya
kini terasa panas,menandakan bahwa ia sakit.Tubuhnya menggigil akibat hujan
itu.Ia hampir putus asa bibirnya yang merah kini menjadi putih pucat. Mata
hazelnya mulai sayu. Didalam kekhawatirannya ia terus berharap Justin mau
menemuinya.
Tiba-tiba
pagar besar itu terbuka.Seseorang mengenakan payung menampakan diri. Senyuman
tipis terukir diwajahnya.
"Masuklah
Tuan Justin ingin menemuimu"katanya dan memayungi tubuh Eliza.
Eliza
tersenyum, ketika ia ingin berdiri tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh
pingsan.
SKIP
Eliza
membuka matanya, ia mencium harum bunga teratai ia tersadar sekarang, dan
menatap ruangan yang luas hanya ada dia dan kasur yang besar.
Disebelahnya
ada makanan yang enak-enak, melihat itu Eliza buru-bur memakannya
Namun
aneh,pakaian yang semalam dikenakannya sudah tidak melekat ditubuhnya. Kini ia
mengenakan gaun berwarna merah selutut dengan belahan didadanya.Ia terkejut
melihat dirinya dan wajahnya pun sudah dipoles dengan make up.
Eliza
berjalan bingung melihat dirinya.
Sebuah suara
pintu terbuka.
"perkenalkan
nama saya Kenny Hamilton,Saya kepal pelayan disini. Seperti yang anda harapkan
Tuan Justin mau menemui anda izinkan saya menunjukan jalan"katanya sopan
"Ba-baiklah"jawab
Eliza ragu & mengiktui pria itu.
Eliza
berjalan, ia memakai sepatu hak tinggi berwarna emas yang dilapisi berlian.
Jelas bahwa sepatu ini bukan miliknya.
Kenny
mengetuk sebuah pintu yang terbuat dari kayu jati.
"masuk"
terdenga suara didalam suaranya sangat maskulin.
Kenny
membuka pintu & menganggukan kepala,ia menyuruh masuk Eliza, Eliza sedikit
ragu.
Ia berjalan
gugup keruangan kerja yang luas dan besar terdapat barang-barang mewah,dan
lukisan yang mahal. Disana ada seorang pria, rambutnya acak-acakan meghadap
jendela.
Kenny
membuka pintu & menganggukan kepala,ia menyuruh masuk Eliza, Eliza sedikit
ragu.
Ia berjalan
gugup keruangan kerja yang luas dan besar terdapat barang-barang mewah,dan
lukisan yang mahal. Disana ada seorang pria, rambutnya acak-acakan meghadap
jendela.
"Apa
yang dapat kubantu melihat pengorbananmu yang menungguku terus bertahan diguyur
hujan, pasti sesuatu yang penting" suara berat itu semakin membuat Eliza
gugup.
"Saya
ingin meminjam uang"kata Eliza ragu
Satu alis
justin terangkat dia kaget mendengar Eliza bicara itu
"kalau
anda berkenan saya akan bercerita dan membuat anda berfikir ulang mau
meminjamkan saya uang apa tidak"
Justin
mengangguk menandakan setuju. Eliza disuruh duduk dikursi yang berada tepat
dihadapannya.
Mata justin
dari tadi memperhatikan gadis itu seakan menatap sesuatu yang menarik untuk
diliat.
Eliza
menceritakn semua kisahnya, tentang pernikahannya yang batal dengan kekasihnya,
wajah justin tetap sama dingin dan mempesona, terlihat dari wajahnya ia
memiliki ketertarikan terhadap cerita Eliza.
"jadi
kau mau meminjam 100juta euro"kata justin dengan suara dan wajah yang data
Eliza
mengangguk, Justin kembali menghadap kejendela.
"hmm
100juta euro, bagaimana kamu bisa mengembalikannya jika aku meminjamimu
uang"
Eliza diam
mendengar ucapan justin, ia meremas tangannya. Suaranya bergetar "A-aku
mau menjadi pelayan anda tanpa digaji"
"sampai
kamu mati uang 100juta juga tidak akan lunas"
Eliza masih
terdiam, ia berfikir, berfikir terus berfikir keras.
Sementara
justin menunggu jawaban Eliza.
"Tu-Tubuhku,
Tubuhku adalah milikmu"

"Tu-Tubuhku,
Tubuhku adalah milikmu"ucap Eliza
Ucapan terakhir Eliza membuat Justin menoleh & mendekatinya.
Seringai muncul diwajahnya Ia tersenyum dan menyentuh pipi Eliza.
"kenapa kamu berfikir aku mau menyentuh tubuhmu bahkan tubuh sepertimu sudah banyak kudapatkan dari gadis manapun" ucap justin menghina
Ucapan terakhir Eliza membuat Justin menoleh & mendekatinya.
Seringai muncul diwajahnya Ia tersenyum dan menyentuh pipi Eliza.
"kenapa kamu berfikir aku mau menyentuh tubuhmu bahkan tubuh sepertimu sudah banyak kudapatkan dari gadis manapun" ucap justin menghina
Eliza
terdiam tak dapat bicara apapun.
Tubuhnya? jika ia memberikan tubuhnya sama saja ia mengkhianati kekasihnya.Namun lebih baik begitu dari pada eliza harus melihat Grey beristirahat didalam peti mati.
"kenapa kau tak bisa jawab?"kata Justin sambil menuangkan wine digelasnya.
Tubuhnya? jika ia memberikan tubuhnya sama saja ia mengkhianati kekasihnya.Namun lebih baik begitu dari pada eliza harus melihat Grey beristirahat didalam peti mati.
"kenapa kau tak bisa jawab?"kata Justin sambil menuangkan wine digelasnya.
"minum
ini"seru Justin sambil menyerahkan gelas winenya.Secara perlahan Eliza
meminumnya.Minuman yang nikmat yang belum pernah ia minum bahkan Eliza
meminumnya dengan rakus sehingga menyebabkan beberapa tetes wine meluncur keluar
dari bibirnya yang dipoles lipstik merah.
Justin
Menatap tetesan wine itu yang keluar dari bibir eliza lalu turun didagunya
kemudian meluncur dileher putih jenjang Eliza. Ia menjilat bibir bawahnya
seakan berkata, menarik.
Eliza menyudahi minumnya dan mengelam dagunya.Ia dapat merasakan tubuhnya memanas sehabis minum wine.
Eliza menyudahi minumnya dan mengelam dagunya.Ia dapat merasakan tubuhnya memanas sehabis minum wine.
Tangan yang
dipenuhi tatto burung hantu, ikan dll itu mengulurkan tangannya meminta
gelasnya kembali.
"Menarik.Akan kuberikan uang 100juta euro untuk kekasihmu..."kata-katanya terputus seringai licik muncul diwajahnya yang tampan.
"Menarik.Akan kuberikan uang 100juta euro untuk kekasihmu..."kata-katanya terputus seringai licik muncul diwajahnya yang tampan.
Ia berjalan
dan menepuk pundak Eliza dari belakang lalu berisik ditelinga Eliza
"kau tak perlu membayar uang pinjaman itu. Namun kau harus menjadi pembantu sekaligus..." Suara dingin justin membuat tubuh Eliza merinding.Mereka diam. Justin seakan menahan kata-katanya membuat Eliza penasaran.
"kau tak perlu membayar uang pinjaman itu. Namun kau harus menjadi pembantu sekaligus..." Suara dingin justin membuat tubuh Eliza merinding.Mereka diam. Justin seakan menahan kata-katanya membuat Eliza penasaran.
"Pelacurku
juga" tenggorokan eliza terasa tercekat tak dapat bicara sepatah
katapun."kau setuju?" tanyanya
Eliza terdiam tak menjawab dan itu membuat Justin gusar tapi dia dengan pintar menyembunyikan rasa kesalnya "jawab aku"
"I-iya"jawab Eliza ia tak peduli demi Grey bahkan monsterpun ia lawan.
Eliza terdiam tak menjawab dan itu membuat Justin gusar tapi dia dengan pintar menyembunyikan rasa kesalnya "jawab aku"
"I-iya"jawab Eliza ia tak peduli demi Grey bahkan monsterpun ia lawan.
Justin
menuju kearah jendela.Ia mengambil burung kecil yang ada disarang tepat diluar
jendela.Dielusnya kepala burung itu pelan dan burung itu menggosokan kepalanya
ditangan Justin seakan menyukainya.
"kau itu jika kau berbohong"kata justin mengenggam burung itu.
"kau itu jika kau berbohong"kata justin mengenggam burung itu.
Burung itu
menjerit tak nyaman. Eliza melihatnya dengan kebingungan.Dalam satu remasan
burung itu hancur ditangan Justin. Ia menutup mulutnya rasa tak percaya matanya
terbelalak.Justin berjalan mendekati Eliza.
Justin
menyentuh wajah Eliza dengan darah yang masih melekat ditangannya, diciumnya
pundak Eliza membuat tubuhnya Eliza bergetar.
"Aku menyukai kekerasan apalagi dalam hal bercinta"Gumamnya dipundak Eliza dan tertawa senang namun mengerikan.
"Aku menyukai kekerasan apalagi dalam hal bercinta"Gumamnya dipundak Eliza dan tertawa senang namun mengerikan.
Justin
menatapnya dengan tatapan tertarik dan ingin menghabisinya.
Menjadi pelacur pria itu? mendengarnya saja Eliza sudah jijik. "Bodoh" kata-kata itu selalu ada difikiran Eliza. Justin berjalan menuju kesebuah kotak dan isinya adalah kalung.
Menjadi pelacur pria itu? mendengarnya saja Eliza sudah jijik. "Bodoh" kata-kata itu selalu ada difikiran Eliza. Justin berjalan menuju kesebuah kotak dan isinya adalah kalung.
Kalung itu
lebih mirip yang digunakan oleh anjing atau kucing. Kalung itu terdapat
lonceng. "Sayang, ini adalah kalung yg membuktikan bahwa kau adalah
miliku.Kalung ini tidak bisa kau lepas kecuali aku yang melepasnya didalamnya
ada pelacak yang dapat melacak kemanapun kau pergi jangan pernah mencoba
kabur"
"kalau
berkhianat..."katanya sambil memakaikan kalung itu."kau tak mau kan?
kalau kau dan kekasihmu yang penyakitan itu tewas mengenaskan dirumahmu yang
kecil"katanya sambil menjilat telinga Eliza dan membuat Eliza duduk tak
nyaman.
"Ti-Tidak
tuan"kata Eliza rasanya ia ingin menampar pria itu. Dari belakang ia dapat
merasakan tangan Justin menyentuh lehernya. Diangkatnya leher itu dan dijilatnya
dengan kasar sementara tangan kirinya mulai menelusup kedalam baju Eliza.
Eliza merasa
risih dengan perlakuan tuannya. Rasa takut menjalar diwajahnya yang menegang
akibat perlakuan tuannya. Tangan hina milik pria itu menyentuhnya dengan lembut
tapi mencekam.Kini Justin mulai mengecup leher Eliza dan tangannya bermain
dengan tubuh gadis itu.
Air mata
mulai keluar membasahi wajah Eliza ketika tangan kekar itu mulai mengelus
pahanya yang mulus. Ia mengigit bibir bawahnya berfikir betapa rendahnya dirinya
sekarang. Justin mengecup air mata asin itu seakan itu adalah hal kesenangan
tersndiri untuknya.
"kenapa
sayang? kau menangis,apa kau takut? apa tuan warewolf ini terlalu kasar
terhadapmu?"kata Justin dengan nada memelas yang dibuat-buat. Eliza
mengangguk.
"jadi
kau takut sweety? kau tak perlu takut aku tak akan melumatmu sampai habis aku
lebih suka menikmatimu sedikit demi sedikit agar aku bisa merasakan tubuhmu
yang halus dan putih itu"
Justin
berjalan kedepan dan menghadap muka Eliza,didekatkannya kepalanya didada Eliza
"kenapa sweetheart? jantungmu berdetak kencang apakah kau sudah bernafsu untuk memainkannya denganku?"tanya justin dengan pandangan iba yang dibuat2
"kenapa sweetheart? jantungmu berdetak kencang apakah kau sudah bernafsu untuk memainkannya denganku?"tanya justin dengan pandangan iba yang dibuat2
"siapa
namamu"tanyanya
"Eliza"
"nama lengkap"
"Eliza Meredith"kata Eliza sambil menelan ludahnya karna takut
Justin menatap gadis itu lalu tersenyum simpul.
"Eliza"
"nama lengkap"
"Eliza Meredith"kata Eliza sambil menelan ludahnya karna takut
Justin menatap gadis itu lalu tersenyum simpul.
Diusapnya
air mata gadis itu lalu didekapnya untuk menenangkan
"tenanglah
aku tak akan melumatmu sekarang"kata Justin mngelus punggung
Eliza."Pulanglah hari ini hari Sabtu, kau mulai kerja hari Senin bawa
barang2mu aku akan menyiapkan kamar untukmu"ucap Justin memeluk gadis itu.
Setengah tak percaya dengan ucapan Justin.
Setengah tak percaya dengan ucapan Justin.
Eliza
menatap pria itu dengan perasaan bingung. "Senyumlah sayang, jangan
menangis lagi" perlahan senyuman itu muncul dari wajah gadis itu. Justin
seperti mempunyai 2 kepribadian kadang jahat seperti srigala yang mau menerkam
mangsanya dan terkadang baik seperti malaikat.
Justin
berjalan menuju meja kerjanya dikeluarkan sebuah kertas dan ia menulis sesuatu
"ini" menyerahkan sebuak cek untuk dicairkan.
"sembuhkanlah kekasihmu aku akan menyruh kenny untuk mengantarmu pulang"
Eliza mengambil cek itu senyum menghiasi wajahnya.
"sembuhkanlah kekasihmu aku akan menyruh kenny untuk mengantarmu pulang"
Eliza mengambil cek itu senyum menghiasi wajahnya.
"sekarang
kau boleh pulang"
"terimakasih Tuan saya akan menyampaikan kabar berita ini kepada kekasih saya" Eliza berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu.
"kurasa Tuan Justin tidak sejahat yang aku kira"pikirnya dalam hati
"terimakasih Tuan saya akan menyampaikan kabar berita ini kepada kekasih saya" Eliza berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu.
"kurasa Tuan Justin tidak sejahat yang aku kira"pikirnya dalam hati
SKIP
Kenny pria yang pertama ditemuinya dihalaman sedang menunggunya. Sebuah mobil elegan terparkir didepan Eliza, Kenny membuka pintu mobil itu dan mempersilahkan Eliza masuk. "terimakasih" kata Eliza sambil memasuki mobil mewah itu.
Kenny
menutup pintu mobil dan masuk untuk mengemudikannya.
"miss bisakah anda menunjukan jalan rumah anda?"tanyanya sopan
"Tentu sir,tapi kau tak perlu memanggilku miss panggil saja aku Eliza mulai hari Senin aku sudah bekerja dirumah Tuan Bieber"
"benarkah selamat datang kalau bgitu"katanya dengan tersenyum.
"miss bisakah anda menunjukan jalan rumah anda?"tanyanya sopan
"Tentu sir,tapi kau tak perlu memanggilku miss panggil saja aku Eliza mulai hari Senin aku sudah bekerja dirumah Tuan Bieber"
"benarkah selamat datang kalau bgitu"katanya dengan tersenyum.
Eliza
menatap pria yang berpakaian gelap sedang focus mengemudikan mobil, kulitnya
yang coklat manis serta senyumannya pasti membuat gadis terpesona terhadapnya.
"kenny"panggil Eliza
"Ya miss Eliza"tanyanya bingung
"Eliza saja" dan Kenny hanya tersenyum
"kenny"panggil Eliza
"Ya miss Eliza"tanyanya bingung
"Eliza saja" dan Kenny hanya tersenyum
"Ya
Eliza"
"sudah berapa lama kau bekerja dengan Tuan Justin?"
"hmm berapa lama ya aku tak bisa mengingatnya. Mungkin sudah lama sejak aku kecil"
Eliza diam menunggu jawaban selanjutnya. Suasana menjadi hening.
"sudah berapa lama kau bekerja dengan Tuan Justin?"
"hmm berapa lama ya aku tak bisa mengingatnya. Mungkin sudah lama sejak aku kecil"
Eliza diam menunggu jawaban selanjutnya. Suasana menjadi hening.
"Tuan
Justin adalah penyelamatku"ucap pemuda yang masih remaja itu memecahkan
suasana."sebenarnya dulu aku adalah preman liar yang tinggal digorong2 L.A
ayahku yang brengsek meninggalkanku dengan ibuku"
"kemana arah jalan rumahmu Eliza"tiba2 ia bertanya
"kemana arah jalan rumahmu Eliza"tiba2 ia bertanya
"Jalan
abraham no.64" Eliza masih penasaran dengan cerita Kenny tapi dia merasa
tidak enak untuk kepoin kenny
"bolehkan saya melanjutkan crita saya"
"Ya"Eliza antusias sekali
"ibuku yang sakit2an membutuhkan uang untuk berobat dan aku sangat frustasi"
"bolehkan saya melanjutkan crita saya"
"Ya"Eliza antusias sekali
"ibuku yang sakit2an membutuhkan uang untuk berobat dan aku sangat frustasi"
"Waktu
itu aku berniat untuk merampok, ya aku terpaksa melakukannya
Seorang pria berambut coklat berjalan sendirian, kira2 waktu itu usiaku 11 tahun dan sekarang aku sudah 18tahun haha cukup lama bukan"
Seorang pria berambut coklat berjalan sendirian, kira2 waktu itu usiaku 11 tahun dan sekarang aku sudah 18tahun haha cukup lama bukan"
FLASHBACK
ON (KENNY MEMORIS)
Anak kecil berkulit coklat sedang memgang erat pisau yg ada ditangannya. dengan bergetar ia menatap pria yang ada didepannya dengan senyuman diwajahnya. membunuh orang, Seorang Kenny kecil hanya mencari uang utk membeli obat ibunya
Apakah itu salah?
Anak kecil berkulit coklat sedang memgang erat pisau yg ada ditangannya. dengan bergetar ia menatap pria yang ada didepannya dengan senyuman diwajahnya. membunuh orang, Seorang Kenny kecil hanya mencari uang utk membeli obat ibunya
Apakah itu salah?
"Se-serahkan
semua uangmu?"kata Kenny kecil bergetar sambil menodongkan pisau kepada
pria itu.
Anak kecil mau menodong orang dewasa pikir pria itu "kenapa kau melakukan ini?"katanya dengan tatapan iba dan seringai diwajahnya menunjukan ia tertarik pada anak ini.
Anak kecil mau menodong orang dewasa pikir pria itu "kenapa kau melakukan ini?"katanya dengan tatapan iba dan seringai diwajahnya menunjukan ia tertarik pada anak ini.
"Apa
peduli mu hah? cepat berikan uangmu"
Pria itu berjalan mendekati Kenny dan membuat ia berjalab mundur. Ia berjongkok tangannya seakan hendak memukul Kenny, kenny pun memejamkan matanya pasrah dengan apa yang akan terjadi. "Ini"katanya sambil mengeluarkan pistol dari saku celananya.
Pria itu berjalan mendekati Kenny dan membuat ia berjalab mundur. Ia berjongkok tangannya seakan hendak memukul Kenny, kenny pun memejamkan matanya pasrah dengan apa yang akan terjadi. "Ini"katanya sambil mengeluarkan pistol dari saku celananya.
"kalau
mau merampok lebih baik pake ini daripada pake pisau mainanmu"Merasa
terhina Kenny kecil menepis pisau itu dan mengacungkan pisaunya.
Bukannya takut pria itu tersenyum "kau tak takut masuk penjara dengan umurmu yang sekecil ini"
Bukannya takut pria itu tersenyum "kau tak takut masuk penjara dengan umurmu yang sekecil ini"
"AKU
TAK PEDULI, APA URUSSANMU YANG AKU PEDULIKAN ADALAH UANG UNTUK IBUKU"Kini
bukan tanganya saja yang bergetar tubuhnya juga ikut bergetar. Laki2 itu tersenyum
pertunjukan memalak amatir yang dilakukan bocah ini membuatnya senang.
Ia mengambil
pistol yang tadi ditepis anak itu dan menaruhnya kembali kesaku
celananya."Aku mau memberi uang utk ibumu asal kau mau menjadi bawahanku,
aku membutuhkan seseorang yang pemberani seperti kau" Suaranya yang berat
membuat Kenny terkejut.
Perlahan air
matanya keluar, ia mencoba menahannya tapi tak bisa, ia merasakan seseorang
mendekapnya, pria itu? pria yang ingin dipalaknya malah memberinya uang, bahkan
memeluknya.
"Te-ter-terimakasih"kata Kenny tak percaya
"sama2"
"Te-ter-terimakasih"kata Kenny tak percaya
"sama2"
Kenny
melihat pria itu, mungkin usianya 2 atau 1 tahun lebih tua darinya "siapa
nama anda tuan?"tanya kenny. "Justin Bieber mulai kini kau menjadi
pelayanku"
FLASBACK OFF (Kenny Memoris)
"sejak saat itu aku bekerja dengannya, dia begitu baik saya bersumpah akan menjadi pelayan setianya"
"ternyata benar Justin adalah orang yg baik"Pikir Eliza
"sejak saat itu aku bekerja dengannya, dia begitu baik saya bersumpah akan menjadi pelayan setianya"
"ternyata benar Justin adalah orang yg baik"Pikir Eliza
SKIP
Eliza berjalan gontai menuju kamarnya. Hari senin adalah hari utk memulai hidup baru, ia tak yakin bisa bertemu lagi dengan Grey kekasihnya atau pun Jordan temannya. Maka besok Eliza mau kerumah sakit utk menemani Grey dan membayar biaya pengobatannya. Namun bagaimana caranya Eliza menjelaskan darimana uang ini didapat.
apa ia harus
bicara oh aku dapat uangnya dari Tuan Justin Bieber artis terkenal itu, aku
akan jadi pelayan disana sekaligus jadi teman dirajangnya, Oh Tuhan!
Pasti Grey tidak mau dioperasi jika aku mnjelaskannya.
Hufft lupakan ini semua. Eliza terlalu lelah. Ia melepas pakainnya dan menuju kamar mandi.
Pasti Grey tidak mau dioperasi jika aku mnjelaskannya.
Hufft lupakan ini semua. Eliza terlalu lelah. Ia melepas pakainnya dan menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi ia keluar dengan selembar handuk
yang melekat ditubuhnya.
Handphone Eliza berdering ada pesan masuk dihapenya. Pesan singkat dari nomer yg tak dikenal.
From: Uknown
Jangan mencoba kabur dariku sayang
Eliza kaget membaca pesan itu. Ia membalas
To: Uknow
Siapa kamu?
Handphone Eliza berdering ada pesan masuk dihapenya. Pesan singkat dari nomer yg tak dikenal.
From: Uknown
Jangan mencoba kabur dariku sayang
Eliza kaget membaca pesan itu. Ia membalas
To: Uknow
Siapa kamu?

Nih gue mau
buat Behind The Scene serial That Should Be Me
"Justin Justin" Gue triak2 manggil Justin
"Ehh riena demam bieber"
"Buruan syuting"
Si Justin langsung menuju keTKP
Pas camera udah siap Justin mulai beraksi
Justin menuju kejendela lalu mengambil burung yang ada disarang "buurrrr" burungnya malah lepas
"Justin Justin" Gue triak2 manggil Justin
"Ehh riena demam bieber"
"Buruan syuting"
Si Justin langsung menuju keTKP
Pas camera udah siap Justin mulai beraksi
Justin menuju kejendela lalu mengambil burung yang ada disarang "buurrrr" burungnya malah lepas
"Cut! gimana sih Justin burungnya kenapa
dilepas" gue marah
"anu itu, ga sengaja"
"ulang"
Akhirnya crew syuting cari burung lagi dipasar burung
"rolling, action"
Justin mulai lagi jalan mendekati jendela lalu mengambil burung yang ada disarangnya
"aaaawww"pekik Justin
"Cut! kenapa lagi"
"takut ini kan burung hantu"
"anu itu, ga sengaja"
"ulang"
Akhirnya crew syuting cari burung lagi dipasar burung
"rolling, action"
Justin mulai lagi jalan mendekati jendela lalu mengambil burung yang ada disarangnya
"aaaawww"pekik Justin
"Cut! kenapa lagi"
"takut ini kan burung hantu"
"Duhh Tejo"panggil gue
"iya non sutradara begimana sih lu beli burung malah burung hantu"
"Ya trus burung apa dong"
"Burungnye elu"
SiTejo matanya langsung melotot kaget gitu
"cari burung emprit"
Akhirnya Tejo kluar buat cari burung emprit. Hampir 2 jam lebih siTejo belum balik2 apa burungnya ilang ya
"iya non sutradara begimana sih lu beli burung malah burung hantu"
"Ya trus burung apa dong"
"Burungnye elu"
SiTejo matanya langsung melotot kaget gitu
"cari burung emprit"
Akhirnya Tejo kluar buat cari burung emprit. Hampir 2 jam lebih siTejo belum balik2 apa burungnya ilang ya
Akhirnya kita mutusin semua crew Justin, Eliza, Kenny gue
dan lain2 cameramen juga nyari siTejo assisten gue.
Pas kita cari diluar siTejo lagi ada digenteng
"Jo lo ngapain"triak gue
"cari burung emprit non"
"kok disitu"
"burung empritnya kadang lewat sini jd kalo lewat langsung tangkep deh"
Pas kita cari diluar siTejo lagi ada digenteng
"Jo lo ngapain"triak gue
"cari burung emprit non"
"kok disitu"
"burung empritnya kadang lewat sini jd kalo lewat langsung tangkep deh"
Gue pun langsung jatuh pingsan.
Setelah gue sadar didepan gue udah ada burung emprit, ternyata Tejo udah beli dipasar burung.
Lalu kita mulai syuting lagi
"rolling, action"
Justin mulai berjalan mendekati jendela lalu mengambil burung yang disarangnya
"hlo maa burungnya"
Setelah gue sadar didepan gue udah ada burung emprit, ternyata Tejo udah beli dipasar burung.
Lalu kita mulai syuting lagi
"rolling, action"
Justin mulai berjalan mendekati jendela lalu mengambil burung yang disarangnya
"hlo maa burungnya"
Pas gue liat
tuh sarang ternyata burungnya gak ada "TEJOOO"
"iye nona sutradara"
"tuh burung ngapa ga lo taro kesarang"
"hlo bukannya udah non"
"Noh liaaatt gue colok juga lu"
"hehehehe pintu sarangnya lupa saya tutup"kata Tejo dengan wajah idiotnya
"iye nona sutradara"
"tuh burung ngapa ga lo taro kesarang"
"hlo bukannya udah non"
"Noh liaaatt gue colok juga lu"
"hehehehe pintu sarangnya lupa saya tutup"kata Tejo dengan wajah idiotnya
Langsung aja
dah gue pingsan kali ini disertai kejang2 dan mulut gue berbusa.
Akhirnya waktu itu gak jadi syuting diBreak dulu makanya Nextnya jadi lama gara tuh asissten gue
Udah dulu Behind The Scenenya
Cap Cus yukkk kecerita
Akhirnya waktu itu gak jadi syuting diBreak dulu makanya Nextnya jadi lama gara tuh asissten gue
Udah dulu Behind The Scenenya
Cap Cus yukkk kecerita
Eliza
membalasnya "siapa kamu?"
From: Uknown
Bukan kah kita baru bertemu? I'm Your Lord
Eliza kaget membaca pesan itu. Apa itu Justin tuannya. Dari mana dia bisa tau nomer HP Eliza. Apa Justin menggeledah ponselnya. Eliza masih saja tak percaya ia pun menelpon nomer itu.
From: Uknown
Bukan kah kita baru bertemu? I'm Your Lord
Eliza kaget membaca pesan itu. Apa itu Justin tuannya. Dari mana dia bisa tau nomer HP Eliza. Apa Justin menggeledah ponselnya. Eliza masih saja tak percaya ia pun menelpon nomer itu.
"Hallo"terdengar suara berat seorang pria
"siapa ini?"
"kau masih tak percaya yang kau telpon ini adalah tuanmu?"
"Ya aku tak percaya"
"Bagaimana agar aku bisa membuatmu percaya? Apa dengan bercinta denganmu baru kau bia mengenali suara dan sifatku hnn?"
"siapa ini?"
"kau masih tak percaya yang kau telpon ini adalah tuanmu?"
"Ya aku tak percaya"
"Bagaimana agar aku bisa membuatmu percaya? Apa dengan bercinta denganmu baru kau bia mengenali suara dan sifatku hnn?"
Kata-kata
itu sukses membungkam Eliza. Ia langsung mematikan teleponnya. "Tidak
mungkin" Pekik Eliza.
Suara dari Ponselnya terdengar lagi
From: Uknown
Kenapa dimatikan? Simpan nomor ku yah. Aku tak bisa menahanmu 4 hari terlalu lama bagiku. Aku ingin segera melumatmu
Suara dari Ponselnya terdengar lagi
From: Uknown
Kenapa dimatikan? Simpan nomor ku yah. Aku tak bisa menahanmu 4 hari terlalu lama bagiku. Aku ingin segera melumatmu
"4 hari bukannya hanya 2 hari"pikir Eliza
To: Uknown
aku simpan
balas Eliza.
SKIP
Gadis latin itu melangkahkan kakinya dengan gembira. Ia sudah tak sabar untuk menemui kekasihnya yang dirumah sakit. Ia berjalan menuju kamar 217, dan membuka knop pintu secara perlahan.
To: Uknown
aku simpan
balas Eliza.
SKIP
Gadis latin itu melangkahkan kakinya dengan gembira. Ia sudah tak sabar untuk menemui kekasihnya yang dirumah sakit. Ia berjalan menuju kamar 217, dan membuka knop pintu secara perlahan.
Matanya
menatap seorang pria bertubuh kurus yang berbaring lemah dikasurnya yang
nyaman. Eliza mengelus rambut hitamnya dengan lembut dan membuat Pria yang
sedang tidur itu terbangun.
"Eliza"katanya kaget & ia beranjak duduk dikasurnya. Eliza mengambil tempat duduk disisi ranjang.
"Eliza"katanya kaget & ia beranjak duduk dikasurnya. Eliza mengambil tempat duduk disisi ranjang.
Disentuhnya
pria itu dengan lembut,prlahan air mata Eliza mulai jatuh.
"Eliza kamu kenapa?"Tanya Grey menyentuh tangan Eliza. "Eliza kurasa kalung itu bukan kesukaanmu" Grey menyentuh lonceng yg ada dikalung itu terdapat ukiran huruf J dari emas.
"Eliza kamu kenapa?"Tanya Grey menyentuh tangan Eliza. "Eliza kurasa kalung itu bukan kesukaanmu" Grey menyentuh lonceng yg ada dikalung itu terdapat ukiran huruf J dari emas.
"J?"tanya
Grey
"Ahmm ini, mulai saat ini aku suka kalung yang seperti ini mmm J itu sebenarnya huruf G yang dibaca J, inisial nama kamu"katanya bahagia mengelus rambut Grey. Grey balik senyum terhadapnya.
"Grey,aku sudah dapat uangnya. sekarang kamu udah bisa operasi"
"Ahmm ini, mulai saat ini aku suka kalung yang seperti ini mmm J itu sebenarnya huruf G yang dibaca J, inisial nama kamu"katanya bahagia mengelus rambut Grey. Grey balik senyum terhadapnya.
"Grey,aku sudah dapat uangnya. sekarang kamu udah bisa operasi"
Mata Grey
terbelalak mendengarnya.Ia sama sekali tak percaya dengan apa yang diucapkan
Eliza.
"Itu gak mungkin, jawab aku apa yang kamu lakukan?"
Dengan riang gembira Eliza menjelaskan "Aku bertemu dengan orang kaya & baik hati ia tersentuh mendengar cerita kita"
"Itu gak mungkin, jawab aku apa yang kamu lakukan?"
Dengan riang gembira Eliza menjelaskan "Aku bertemu dengan orang kaya & baik hati ia tersentuh mendengar cerita kita"
"Dia
memberiku uang, dan aku harus bekerja dirumahnya dia untuk membalas budi orang
baik itu"
Grey tersenyum simpul "Kau bohong Eliza, aku tau itu. Jawab aku Eliza. Aku yakin pasti kamu melakukan hal gila"
"Aku gak bohong Grey,besok aku udah kerja disana maaf aku ga bisa nungguin kamu operasi"
Grey tersenyum simpul "Kau bohong Eliza, aku tau itu. Jawab aku Eliza. Aku yakin pasti kamu melakukan hal gila"
"Aku gak bohong Grey,besok aku udah kerja disana maaf aku ga bisa nungguin kamu operasi"
Grey terdiam. Eliza memeluk tubuhnya. Ia tak peduli apa
yang akan terjadi selanjutnya. Yang terpenting adalah kesembuhan Grey.
"kau tidak melakukan hal bodoh kan Eliza?"
"Oh iya aku lupa aku kan harus mencairkan cek ini"Kata Eliza mengalihkan pembicaraan.
"Bank tutup hari minggu"Ucap Grey
"kau tidak melakukan hal bodoh kan Eliza?"
"Oh iya aku lupa aku kan harus mencairkan cek ini"Kata Eliza mengalihkan pembicaraan.
"Bank tutup hari minggu"Ucap Grey
"Oh"
Eliza seperti orang idiot saja"kau benar, sepertinya aku harus menyerahkan
cek ini kepada Jordan utk dicairkan"
Grey merasa Aneh dengan kekasihnya. Tapi ia memilih untuk diam. Mungkin setelah ia sembuh Eliza mau menceritakan semuanya.
Grey merasa Aneh dengan kekasihnya. Tapi ia memilih untuk diam. Mungkin setelah ia sembuh Eliza mau menceritakan semuanya.
Eliza
memutuskan untuk menemani Grey yang sedang asik menceritakan semua kejadian
yang menarik dirumah sakit ini. Eliza tak henti2nya tertawa dan tersenyum.
SKIP
Pagi menjelang Sore. Sore menjelang malam. Udah seharian Eliza menemani Grey. Sampai Grey tertidur
SKIP
Pagi menjelang Sore. Sore menjelang malam. Udah seharian Eliza menemani Grey. Sampai Grey tertidur
Eliza
membuka knop pintu dan keluar dari ruangan. Ia harus menyiapkan pakaiannya
untuk kerumah Justin besok.
SKIP
Eliza menunggu Kenny menjemputnya. Sialnya Kenny tidak bilang jam berapa dia akan menjemput. Sudah 2 jam Eliza duduk didepan terasny.
SKIP
Eliza menunggu Kenny menjemputnya. Sialnya Kenny tidak bilang jam berapa dia akan menjemput. Sudah 2 jam Eliza duduk didepan terasny.
Ia sudah
menceritakan semuanya kepada Jordan. Jordan sangat marah sekali. Malam itu air
mata Eliza tak hentinya jatuh, ia memohon agar Jordan tidak memberitahu Grey.
Jordan paling tidak suka jika melihat Eliza menangis, makanya dia setuju utk merahasiakannya
Jordan paling tidak suka jika melihat Eliza menangis, makanya dia setuju utk merahasiakannya
Walaupun ia
masih menyuruh Eliza untuk berfikir ulang akan keputusannya, tapi semuanya udah
terlambat. Eliza sudah terlanjur membuat perjanjian itu.
Sebuah mobil hitam itu menuju kepekarangannya. "Maaf Eliza, saya harus mengantar Tuan Justin dulu"Ucap Kenny dengan senyumannya.
Sebuah mobil hitam itu menuju kepekarangannya. "Maaf Eliza, saya harus mengantar Tuan Justin dulu"Ucap Kenny dengan senyumannya.
Kenny cepat2
memasukkan barang2 Eliza kedalam bagasi mobil
"memangnya Tuan justin kemana?"Tanya Eliza membantu memasukan barang2nya
"KeJerman selama 3 hari. Ada urusan mendadak dengan rekan bisnisnya. Saya disuruh utk mempersiapkan anda selama 3 hari"
"memangnya Tuan justin kemana?"Tanya Eliza membantu memasukan barang2nya
"KeJerman selama 3 hari. Ada urusan mendadak dengan rekan bisnisnya. Saya disuruh utk mempersiapkan anda selama 3 hari"
Pantas saja
Justin bilang 4 hari terlalu lama, Namun ada bagusnya ia bisa terhindar dari
Tuan WereWolf itu pikir Eliza.
"tiga hari utk mempersiapkan aku?"tanya Eliza bingung
"Hanya dalam waktu 3hari Tuan Justin menyuruhku utk mengajarimu tentang peraturan dirumahnya saya akan menjelaskan semuanya
"tiga hari utk mempersiapkan aku?"tanya Eliza bingung
"Hanya dalam waktu 3hari Tuan Justin menyuruhku utk mengajarimu tentang peraturan dirumahnya saya akan menjelaskan semuanya
"Tuan
Justin tidak menyukai kesalahan sedikitpun,kuharap kau tidak
melakukannya"Jelas Kenny dan itu semakin membuat Eliza bingung.
Oke, siap2 Eliza untuk tinggal disarang Srigala.
SKIP
rasa takjub menghantui Eliza. Bagaimana tidak Rumah Justin begitu besar dan mewah.
Oke, siap2 Eliza untuk tinggal disarang Srigala.
SKIP
rasa takjub menghantui Eliza. Bagaimana tidak Rumah Justin begitu besar dan mewah.
Ukiran nada2
terdapat pada dinding rumah, mencerminkan bahwa pria ini memang mempunyai seni
musik yang tinggi. Serta Lukisan2 mahal itu menandakan bahwa ia orang yang
berkelas.
Seperti istana saja.
"Eliza"
"Ya Kenny"
Seperti istana saja.
"Eliza"
"Ya Kenny"
"kau
sudah bekerja disini, peraturan pertama kalo kerja jangan sampe memecahkan
barang2 disini
mengingat
harganya selangit, kedua kau harus membersihkan kamar Tuan Justin tiap hari ia
akan marah jika kamarnya kotor, jangan kaget jika kamarnya selalu berantakan
apalagi kalo membawa seorang wanita"
"tak perlu dijelasin jg udah kliatan"pikir Eliza
"tak perlu dijelasin jg udah kliatan"pikir Eliza
"Ketiga,
Tuan Justin adalah artis besar dan teman2nya juga banyak bahkan dari luar
negri, tau kan Hollywood? semuanya kenal dengan Tuan Justin. Tak jarang mereka
kesini utk mngadakan kerjasama maka diharapkan agar kamu tidak berbuat
kesalahan"
"Kalau
misalnya kamu bisa menyenangkan tamu Tuan Justin, dia pasti akan bangga
denganmu. Aku kira itu saja yg harus aku jelaskan. mmm oh ya Eliza"
"Ya kenny"
"Kau tak boleh melakukan kesalahan sedikitpun disini bagi Tuan Justin kesalahan adlh sesuatu yg fatal"
"Ya kenny"
"Kau tak boleh melakukan kesalahan sedikitpun disini bagi Tuan Justin kesalahan adlh sesuatu yg fatal"
Kata2 Kenny
sangat Horror "Baiklah Kenny, akan kuusahakan utk tidak berbuat
kesalahan"
"bagus"ucap Kenny tersenyum.
Kenny dan Eliza terus berjalan menyusuri rumah itu.
"Eliza ini tempat tidurmu dibawah tangga dan..."kata kenny terpotong sambil membuka knop pintu kamar.
"bagus"ucap Kenny tersenyum.
Kenny dan Eliza terus berjalan menyusuri rumah itu.
"Eliza ini tempat tidurmu dibawah tangga dan..."kata kenny terpotong sambil membuka knop pintu kamar.
"dan
apa?"Tanya Eliza penuh curiga
"dan dibawah adalah kamar Tuan Justin"Kenny tersenyum ketika mengatakan itu
"Tak bisakah kau mengganti kamarku?"
"maaf Eliza, Tuan Justin yg menyuruhku. Katanya biar gampang disuruh2"
Sebuah nada dering telpon berbunyi.
"dan dibawah adalah kamar Tuan Justin"Kenny tersenyum ketika mengatakan itu
"Tak bisakah kau mengganti kamarku?"
"maaf Eliza, Tuan Justin yg menyuruhku. Katanya biar gampang disuruh2"
Sebuah nada dering telpon berbunyi.
Kenny segera
merogoh celananya dan mengeluarkan ponsel itu. "Ah maaf Eliza, silahkan
nikmati kamarmu"Ucapnya berjalan jauh dan mengangkat panggilan itu.
Eliza masuk kedalam kamrnya dan menyeret kopernya.
Eliza masuk kedalam kamrnya dan menyeret kopernya.
Ruangan itu
tidak terlalu besar didalam terdapat meja rias,kasur yg bisa dipakai utk 2
orang, kamar mandi sendiri, Beberapa lemari besar & kecil. "hmm
lumayan juga buat seorang pembantu"ucap Eliza.
Eliza membuka kopernya dan menyusun pakaiannya kedalam lemari besar.
Eliza membuka kopernya dan menyusun pakaiannya kedalam lemari besar.
Terdengar
suara pintu diketuk "Masuk"kata Eliza
"maafkan saya Eliza, saya baru saja mendapatkan sebuah kabar Tuan Justin tidak jadi keJerman. Kerjasamanya diganti dirumahnya mengingat rumah Tuan Justin begitu nyaman, sepertinya mereka akan membicarakan tentang pembuatan single baru, oh ya kerjasama ini bernilai 150 dollar"
"maafkan saya Eliza, saya baru saja mendapatkan sebuah kabar Tuan Justin tidak jadi keJerman. Kerjasamanya diganti dirumahnya mengingat rumah Tuan Justin begitu nyaman, sepertinya mereka akan membicarakan tentang pembuatan single baru, oh ya kerjasama ini bernilai 150 dollar"
"baik"kata
Eliza mengerti.
"ini baju kerjamu"kata Kenny mengeluarkan baju hitam berenda putih ditambah rok mini yg membuat Eliza jijik untuk memakainya.
"kau serius?"Eliza tak percaya harus memakai ini
"mm yah, kuharap kau senang kerja disini maaf saya harus menyiapkan sesuatu"Kata Kenny pamit pergi.
"ini baju kerjamu"kata Kenny mengeluarkan baju hitam berenda putih ditambah rok mini yg membuat Eliza jijik untuk memakainya.
"kau serius?"Eliza tak percaya harus memakai ini
"mm yah, kuharap kau senang kerja disini maaf saya harus menyiapkan sesuatu"Kata Kenny pamit pergi.
Eliza
menghela nafas berat, batalnya Justin keJerman membuatnya sedih. Cepat2 ia
mandi dan memakai baju pelayannya.
Ketukan pintu dikamarnya terdengar lagi. Mungkin Kenny yang bertanya apakah aku sudah siap apa tidak pikir Eliza. Tangannya membuka knop pintu itu
"Kenn.."panggilan Eliza berhenti ketika melihat seseorang itu bukan Kenny.
Ketukan pintu dikamarnya terdengar lagi. Mungkin Kenny yang bertanya apakah aku sudah siap apa tidak pikir Eliza. Tangannya membuka knop pintu itu
"Kenn.."panggilan Eliza berhenti ketika melihat seseorang itu bukan Kenny.
"Tu-tuan"Eliza
tak percaya itu adalah tuannya. Ya Tuhan dia tampan sekali, senyuman itu?
*authorpingsan*
"sayang"ucapanya mnatap mata Eliza. Tanpa dipersilahkan Justin masuk kedalam kamar. Mata Hazelnya menyusuri kesekeliling kamar sementara kedua tangannya dimasukan kedalam saku miliknya.
"sayang"ucapanya mnatap mata Eliza. Tanpa dipersilahkan Justin masuk kedalam kamar. Mata Hazelnya menyusuri kesekeliling kamar sementara kedua tangannya dimasukan kedalam saku miliknya.
"lumayan
juga"katanya
"Tuan"kata Eliza dengan ragu kaki kecilnya mengikuti tuannya yang sedang berjalan nyusuri tiap sudut kkamar itu. Eliza menabrak tubuh Justin,ketika justin mendadak berhenti. Pria berambut emas itu membalikan badannya, membuat Eliza kaget dan menundukan kepalanya.
"Tuan"kata Eliza dengan ragu kaki kecilnya mengikuti tuannya yang sedang berjalan nyusuri tiap sudut kkamar itu. Eliza menabrak tubuh Justin,ketika justin mendadak berhenti. Pria berambut emas itu membalikan badannya, membuat Eliza kaget dan menundukan kepalanya.
"kau
kenapa? takut denganku?"kata Justin dengan nada cueknya.
"Ti-tidak tuan"Eliza bergetar. Tangan Justin menyentuh pipi Eliza dan menaikan wajahnya sehingga mata mereka bertemu. Dielusnya pipi itu dengan lembut *oouuhh* *authorjungkirbalik*
"Ti-tidak tuan"Eliza bergetar. Tangan Justin menyentuh pipi Eliza dan menaikan wajahnya sehingga mata mereka bertemu. Dielusnya pipi itu dengan lembut *oouuhh* *authorjungkirbalik*
Hingga Eliza
merasakan bibir tuannya. Eliza terkejut dan tanpa sadar ia langsung mendorong
tuannya membuat tuannya jatuh tersungkur dilantai.
"Gawat! benar2 gawat"itu yang selalu diucapkan Eliza dalam hati.
"Berani sekali kau"Kata Justin penuh ancaman.
"Gawat! benar2 gawat"itu yang selalu diucapkan Eliza dalam hati.
"Berani sekali kau"Kata Justin penuh ancaman.
"maafkan
saya tuan, saya terkejut"kata Eliza menyentuh bibirnya. Justin mendengus
kesal berjalan keluar dari kamar itu "BRAAAK" terdengar suara ia
menutup pintu dengan kasar.
"huffft bodoh!"kata Eliza merutuki dirinya
"huffft bodoh!"kata Eliza merutuki dirinya
Sebuah
ketukan pintu terdengar lagi. Eliza Segera membuka pintu itu.
Sebuah
ketukan pintu terdengar lagi. Eliza segera membuka pintu
"Tu-,"Ucapan Eliza terpotong ketika melihat Kenny dihadapannya "tamu Tuan Justin sudah datang hidangkan minuman ini"katanya memberikan nampan yg berisi fire whiskey,beberapa gelas & jus orange.
"Tu-,"Ucapan Eliza terpotong ketika melihat Kenny dihadapannya "tamu Tuan Justin sudah datang hidangkan minuman ini"katanya memberikan nampan yg berisi fire whiskey,beberapa gelas & jus orange.
Kenny
menunjuk ruang tamu dilihatnya tuannya yang sedang berbincang dengan seseorang,
Eliza sepertinya familier dengan wajah itu "Hah chris brown"jeritnya
dalam hati. Mereka didampingi oleh produser dan manager masing2 aku juga lihat
usher dan scooter.
mereka
berbincang2 dan tertawa dan tidak memperhatikan Eliza ketika ia datang.
"owh ini minumannya lama sekali"gerutu seorang pria gemuk mungkin itu
managernya Chris Brown pikir Eliza.
Eliza menaruh minuman itu dimeja & sebuah tangan usil memukul tepat dibagian bokongnya.
Eliza menaruh minuman itu dimeja & sebuah tangan usil memukul tepat dibagian bokongnya.
Eliza
terlonjak kaget sementara Justin yang melihat itu dengan senyum menyeringai.
"Hey kid cantik sekali pelayanmu ini"kata Chris brown
"tentu Mr.brown"dengan nada datarnya
Setelah selesai menyusun minuman eliza pamit utk kembali, tapi Chris menariknya kepangkuannya.
"Hey kid cantik sekali pelayanmu ini"kata Chris brown
"tentu Mr.brown"dengan nada datarnya
Setelah selesai menyusun minuman eliza pamit utk kembali, tapi Chris menariknya kepangkuannya.
Pria gemuk
yang berada disisi Chris merasa jijik melihatnya lalu menyeruput fire whiskey.
"Bagaimana dengan kerjasama untuk duet dilagu ini, hmm aku rasa kalian berdua pas menyanyikan lagu ini"kata Scooter sambil membaca selembaran kertas berisi not2 lagu & lirik.
"Bagaimana dengan kerjasama untuk duet dilagu ini, hmm aku rasa kalian berdua pas menyanyikan lagu ini"kata Scooter sambil membaca selembaran kertas berisi not2 lagu & lirik.
"Mr.Bieber
aku akan menyetujui duet itu kalau kau mngijinkanku tidur dengan pelayanmu yang
cantik ini"Ucap Chris sambil mengelus paha mulus Eliza. Dia begitu kaget
"Tidur? memang semurah itukah dirinya?"tanyanya dalam hati yg kesal.
Eliza hanya diam mngigit bibir bawahnya menahan perlakuan nakal Chris.
Ia tak tahan
dan ingin melawan tapi ucapan Kenny terngiang dikepalanya yaitu tentang teman
bisnin Tuan Justin jangan sampai berbuat kesalahan. Eliza harus bertahan kalo
tidak ia akan dimarahi habis2an oleh Tuan Justin.
Justin menyilangkan kakinya lalu mengambil fire whiskey & diteguknya.
Justin menyilangkan kakinya lalu mengambil fire whiskey & diteguknya.
Ia mengambil
selembar map yang berisi tentang kerjasamanya dengan Chris Brown.
"Menarik.Kalau kuserahkan dia pasti kau pasti setuju"kata Justin
"Ya Bieber, pelayanmu sungguh menarik"
Rasanya Eliza ingin menampar mulut pria ini. Justin meneguk Fire Whiskeynya lagi "kalau begitu.."
"Menarik.Kalau kuserahkan dia pasti kau pasti setuju"kata Justin
"Ya Bieber, pelayanmu sungguh menarik"
Rasanya Eliza ingin menampar mulut pria ini. Justin meneguk Fire Whiskeynya lagi "kalau begitu.."
Eliza benar2
was2 jika Tuan Justin menyetujuinya
"batalkan saja kerjasamanya"Ucapnya sambil melempar map itu.
"APA? kau pasti bercanda? Hey kid kau akan berduet dengan penyanyi RnB yang memiliki banyak penghargaan"kata Chris tak percaya
"batalkan saja kerjasamanya"Ucapnya sambil melempar map itu.
"APA? kau pasti bercanda? Hey kid kau akan berduet dengan penyanyi RnB yang memiliki banyak penghargaan"kata Chris tak percaya
"aku
tak bercanda silahkan keluar"jawab Justin santai
"beraninya kau mengusirku"Kata Chris mendekati Justin mengambil Fire Whiskey yang ada ditangannya dan menuangkannya diwajah Justin. Sebuah penghinaan bagi Justin. Eliza menutup mulutnya tak percaya dgn perlakuan Chris.
"beraninya kau mengusirku"Kata Chris mendekati Justin mengambil Fire Whiskey yang ada ditangannya dan menuangkannya diwajah Justin. Sebuah penghinaan bagi Justin. Eliza menutup mulutnya tak percaya dgn perlakuan Chris.
Scooter dan
Usher terkejut melihatnya, pria gemuk itu pun tersenyum sinis. Dengan segera
Eliza mengambil tissue dan ingin mengelap wajah justin "tak perlu
eliza"tolak Justin.
Justin mengambil tisue dan mengelapnya sendiri lalu berjalan pergi "datang kekamarku 10mnt lagi Eliza, Scooter aku tak enak badan hari ini"Lalu menaiki tangga.
Justin mengambil tisue dan mengelapnya sendiri lalu berjalan pergi "datang kekamarku 10mnt lagi Eliza, Scooter aku tak enak badan hari ini"Lalu menaiki tangga.
Eliza benar2
takut, ia berjalan gontai kedapur "Hey apa yang kau lakukan?"Kenny
menghampirinya
"Aku Tahu, aku tahu aku bodoh"Kata Eliza begitu gelisah
"Lebih baik kau kekamarnya sekarang biar aku yang mengurus ini"kata Kenny mengambil nampan yang dibawa Eliza.
"Aku Tahu, aku tahu aku bodoh"Kata Eliza begitu gelisah
"Lebih baik kau kekamarnya sekarang biar aku yang mengurus ini"kata Kenny mengambil nampan yang dibawa Eliza.
SKIP
Eliza menghela napas ketika sudah sampai didepan pintu kamar Justin.Ia yakin Justin akan memarahinya habis2an. "Semangat Eliza"ucapnya lalu mengetuk pintu suara berat Justin menyuruhnya masuk. Sedikit terkejut karena begitu Luanya kamar itu dan barang2 mewah itu.
"Tuan"panggilnya
lemah
Justin yang dipanggil segera dan mengambil handle pintu lalu menguncinya "duduklah diranjangku Eliza"katanya datar
selangkah demi selangkah ia menghampiri ranjang itu,lalu duduk dikasur yang empuk dengan perasaan gugup Tuan Justin sedang bertelanjang dada.
Justin yang dipanggil segera dan mengambil handle pintu lalu menguncinya "duduklah diranjangku Eliza"katanya datar
selangkah demi selangkah ia menghampiri ranjang itu,lalu duduk dikasur yang empuk dengan perasaan gugup Tuan Justin sedang bertelanjang dada.
Bajunya yang
terkena fire whiskey sudah dilepasnya ia menyeret kursi kecil dan duduk
dihadapan Eliza. Wajahnya tanpa Ekspresi "kau benar2 membuatku kesal
Eliza"ucapnya dingin membuat Eliza merinding ia tak berani mnatap mata
Justin dan memilih utk menunduk.
"maaf
tuan"kata2 itu keluar dari mulut Eliza
"maaf cuma maaf yang bisa kamu katakan?"
"maafkan saya tuan saya benar2 bodoh"
"Lihat aku Eliza aku tak menyuruhmu menunduk"ucapnya dengan nada tinggi
Eliza mengangkat wajahnya dengan sekuat tenaga menatap mata hazel justin
"maaf cuma maaf yang bisa kamu katakan?"
"maafkan saya tuan saya benar2 bodoh"
"Lihat aku Eliza aku tak menyuruhmu menunduk"ucapnya dengan nada tinggi
Eliza mengangkat wajahnya dengan sekuat tenaga menatap mata hazel justin
aku menyerah
akhir2 ini aku kehilangan 100euro dan ditambah 150dollar dan itu ulahmu"
"maaf"
"kamu pikir aku memberimu apa hah? daun?"
"maaf"
"maaf aku juga bisa bilang maaf" Eliza hanya bisa diam "diam? hanya itu yg bisa kamu lakukan?"
"maaf"
"kamu pikir aku memberimu apa hah? daun?"
"maaf"
"maaf aku juga bisa bilang maaf" Eliza hanya bisa diam "diam? hanya itu yg bisa kamu lakukan?"
Tetap saja
Eliza diam tak menjawab "baiklah. kamu bener2 buat aku kesal" Justin
menarik kursinya agar lebih dekat dengan Eliza, disentuhnya pipi Eliza
"akan kuberi kau tantangan jikau kau tak mendesah selama permainan"
"itu
tandanya kau menang dan aku akan membebaskanmu dari hutang tapi kalau
tidak..."
Eliza gelisah karna Justin menahan ucapannya "anggap aku tak pernah menawarimu"
Eliza gelisah karna Justin menahan ucapannya "anggap aku tak pernah menawarimu"
Justin menyentuh ...

"anggap
aku tak pernah menawarimu"
Justin menyentuh wajah Eliza sebuah ciuman hangat melekat dibibirnya awalnya lembut menjadi ganas. Justin mendorong tubuh Eliza keranjang lalu menindihnya ia mulai mencium melumat bibir eliza bahkan mengigitnya membuat bibir Eliza berdarah.
Justin menyentuh wajah Eliza sebuah ciuman hangat melekat dibibirnya awalnya lembut menjadi ganas. Justin mendorong tubuh Eliza keranjang lalu menindihnya ia mulai mencium melumat bibir eliza bahkan mengigitnya membuat bibir Eliza berdarah.
ciuman panas
Justin tidak hanya dibibir bahkan mulai turun menuju leher Eliza.
Eliza hanya diam menahan agar dia tak mendesah.Namun permainan Justin sangat hebat & panas. Tangan Justin mulai turun menjelajahi tubuh Eliza. Bibir Eliza diciumnya lagi dengan kasar.
Eliza hanya diam menahan agar dia tak mendesah.Namun permainan Justin sangat hebat & panas. Tangan Justin mulai turun menjelajahi tubuh Eliza. Bibir Eliza diciumnya lagi dengan kasar.
Justin
merobek pakaian Eliza membuat pakaian kerjanya berantakan berceceran dikamar
itu. Justin bermain seperti kesetanan. Eliza menarik selimut menahan mulutnya
agar tidak mendesah.
"masih bertahan Eliza?"Goda Justin
Mereka bermain hingga 30an menit pada saat yang terakhir Eliza sudah tidk kuat lagi.
"masih bertahan Eliza?"Goda Justin
Mereka bermain hingga 30an menit pada saat yang terakhir Eliza sudah tidk kuat lagi.
Eliza
mendesah ketika dia keluar, kini Eliza benar2 tidak kuat suara desahannya
membuat Justin tersenyum kemenangan.
"Grey"tiba2 nama itu disebut Eliza
Justin kesal mendengar itu.
"Grey? pria penyakitan itu?"Kata Justin marah
"Grey? seberapa hebatnya permainan pria itu apa dia bisa memberikan kenikmatan ini?"
"Grey"tiba2 nama itu disebut Eliza
Justin kesal mendengar itu.
"Grey? pria penyakitan itu?"Kata Justin marah
"Grey? seberapa hebatnya permainan pria itu apa dia bisa memberikan kenikmatan ini?"
Justin kesal
dan menyudahi permainannya. Sementara Eliza tertidur pulas karena kelelahan.
Justin duduk disisi ruangan ia masih kesal dengan ucapan Eliza menyebut nama
kekasihnya disela2 permainannya bukan namanya Tuan seperti biasanya ia
memanggil Justin.
Justin
mengambil fire whiskey dimejanya dan menegukanya dengan kasar. Ia ingin sekali
memukul orang yang bernama Grey itu. Justin penasaran seperti apakah pria yang
bernama Grey itu
Ia menatap Eliza yang sedang tidur pulas diranjangnya. Diambilnya tangan kiri Eliza dan dilihat dgn teliti.
Ia menatap Eliza yang sedang tidur pulas diranjangnya. Diambilnya tangan kiri Eliza dan dilihat dgn teliti.
Justin
terkejut melihat cincin yang melingkar dijari manis Eliza. Ingin sekali ia
mengambilnya lalu dibuangnya tapi ia berfikir itu adalah perbuatan rendah yang
dilakukan oleh seorang Justin Bieber.
"kau sukses membuatku penasaran Eliza"ucapnya mengelus pipi Eliza.
"kau sukses membuatku penasaran Eliza"ucapnya mengelus pipi Eliza.
Dilihatnya
bibir Eliza yang membengkak akibat ulahnya. Ia mengecup bibi itu "kau tak
pernah membuatku bosan Eliza"
SKIP
Eliza mengerjapkan matanya rasa sakit menjalar ditubuhnya. Ia melihat kelambut yang diukir dengan tinta emas. Ia mulai bangun dr tempat tidur mewah itu.
Eliza
mengingat kejadian yang baru saja dialaminya, perlahan air mata itu jatuh
antara sakit fisik & batin menjadi satu namun satu yang membuatnya benar2
menyesal ia sudah mengkhianati kekasihnya. Kini ia merasa menjadi wanita paling
hina yang tak pantas untuk dipandang.
Sebuah pintu
terbuka. Ia melihat pria berambut coklat keemasan membawa nampan berisi
makanan. Raut wajah pria itu yang awalnya tersenyum menjadi bingung melihat
Eliza menangis. Justin menaruh nampan itu disisi ranjang Justin duduk disisi
ranjang dan menatap Eliza dengan balutan selimut itu.
Justin tau
Eliza mencoba mnahan tangisnya tapi tak bisa
"kenapa Eliza? ada yang salah ka tak suka aku menyentuhmu?"kata Justin
Eliza terdiam dan menunduk beberapa helai rambutnya menutup wajahnya.
"apa kau menyesal?"katanya berjalan menuju lemari pakaian yang besar.
"kenapa Eliza? ada yang salah ka tak suka aku menyentuhmu?"kata Justin
Eliza terdiam dan menunduk beberapa helai rambutnya menutup wajahnya.
"apa kau menyesal?"katanya berjalan menuju lemari pakaian yang besar.
Eliza
meremas selimutnya akibat perkataan Justin
"kenapa sayang kau merasa kekasihmu sudah tak pantas bersamamu karna kau sudah tidur dengan pria yg lebih baik darinya?"Ucap Justin tangannya mulai menyusuri deret pakaian dilemari.
"kenapa sayang kau merasa kekasihmu sudah tak pantas bersamamu karna kau sudah tidur dengan pria yg lebih baik darinya?"Ucap Justin tangannya mulai menyusuri deret pakaian dilemari.
"pria
itu adalah pria yang tak pantas bersamamu, dia tak bisa membahagiakanmu bahkan
dia tidak bisa menjaga ketika kita bercinta"Ingin sekali Eliza menampar
Pria itu, menjelek2an kekasihnya maksud dia apa tapi mengingat posisinya
sebagai apa Eliza hanya bisa diam.
Justin
mengambil kemeja putih miliknya dan berjalan mendekati Eliza. Tak tau kenapa
Justin merasa senang ketika menghina kekasih Eliza. Ia duduk disisi Eliza
"kenapa Eliza kau menyesal? apa kau berharap Grey membuka pintunya dan
menyeretmu keluar dari kamarku?"
"jangan
harap Eliza. Pria itu adalah pria yang bodoh menurutku karna ia tak mau
melepasmu dan membiarkanmu bekerja" Eliza sangat kesal dan mencoba
bertahan ia benar2 tak menyangka seseorang menghina kekasihnya dan kini duduk
nyaman disampingnya.
"Pria
bodoh yang sudah tidak punya harapan untuk hidup pria seperti itu lebih baik
mati lihat saja apa komentarnya melihat pekerjaanmu skarang aku yakin ia akan
merasa bersalah dan ..."ucapan Justin terputus ia merasakan sebuah
tamparan dr Eliza mengenai wajahnya.
Eliza tidak
bisa menahan dirinya, bahkan tamparan itu melayang dengan sendirinya tanpa ia
sadari. Justin terkejut dan memegang pipinya kilatan matanya menyeramkan
"Jangan pernah kau berbicara seperti itu tentang Grey dihadapanku"Ucap Eliza bergetar karna amarah & kesedihan.
"Jangan pernah kau berbicara seperti itu tentang Grey dihadapanku"Ucap Eliza bergetar karna amarah & kesedihan.
"KAU"geram
Justin benar2 marah
Ia menampar pipi Eliza seketika ia menjambak rambut hitam Eliza dan menariknya kebelakang "KURANG AJAR SEKALI KAU WANITA JALANG! KAU TAK TAHU AKU YANG MEMBANTUMU KAU HARUS INGAT APA POSISIMU DISINI"terlihat Eliza ketakutan mendengarnya
Ia menampar pipi Eliza seketika ia menjambak rambut hitam Eliza dan menariknya kebelakang "KURANG AJAR SEKALI KAU WANITA JALANG! KAU TAK TAHU AKU YANG MEMBANTUMU KAU HARUS INGAT APA POSISIMU DISINI"terlihat Eliza ketakutan mendengarnya
"KAU
SENDIRI YANG MENAWARKAN TUBUHMU.BUKAN AKU YANG MEMINTA KAU ADALAH PELACURKU AKU
TAK PEDULI KAU MILIK SIAPA, KEKASIH SIAPA? INGAT POSISIMU BITCH!"
Ucapnya lalu mencium bibir eliza dengan kasar Justin menindih Eliza ia dirasuki amarah dan kekesalan akibat Eliza.
Ucapnya lalu mencium bibir eliza dengan kasar Justin menindih Eliza ia dirasuki amarah dan kekesalan akibat Eliza.
"Tu-Tuan"
rintih Eliza menangis.
"Tu-Tuan"rintih
Eliza menangis mendengar Itu Justin menghentikan ciumannya yang kasar dan
menatap Eliza dengan pandangan iba. Ia mundur dari disisi Eliza yang sedang
menangis Justin duduk disisi ranjang. Ia mengacak2 rambutnya frustasi.
Sementara Eliza masih menangis disela2 selimut.
"ini
kemeja untukmu. Sana mandi hari semakin malam aku tak mau kamu sakit"Ucap
Justin sambil menaruh kemeja putih disamping Eliza. Namun Eliza diam dan masih
menangis menutupi wajahnya dengan selimut hatinya masih sakit mendengar
perkataan Justin.
Hampir
15menit Eliza terdiam & menangis namun ia tetap menuruti perkataan Justin.
Ia mengeluarkan dirinya dr ranjang perlahan menuju kamar mandi mendekap kemeja
itu dan terdengar suara pintu kamar mandi yang ditutup.
Justin P.O.V
Aku menampar wanita? aku tak pernah melakukannya. Dan sekarang?
Justin P.O.V
Aku menampar wanita? aku tak pernah melakukannya. Dan sekarang?
Memangnya
dia siapa hingga sukses buat aku berubah dia hanya wanita jalang.
Justin merasa pusing dan bingung dengan semua yang terjadi. Ia merasa Lost Control ia tak pernah merasa sangar marah & sangat bernafsu.
Justin bangun dr duduknya dan membuka lemari es berukuran sedang yg berada dikamar itu.
Justin merasa pusing dan bingung dengan semua yang terjadi. Ia merasa Lost Control ia tak pernah merasa sangar marah & sangat bernafsu.
Justin bangun dr duduknya dan membuka lemari es berukuran sedang yg berada dikamar itu.
Ia mencari
fire whiskey favoritenya membuka tutup botolnya dan menuangnya digelas ukuran
besar isi es batu. Aroma alkohal mulai tercium. Ketika ia meminumnya pikirannya
jadi kemana2 memikirkan Eliza ia merasa meninginginkannya dan memilikinya
satu2nya wanita yang membuatnya bergairah adalah Eliza.
Desahannya,
tubuhnya yang bergerak menggeliat membuat Justin menggila. "Aku tak membutuhkan
wanita seperti dia banyak wanita cantik dan sexy yg lebih baik dr
dia"Pikir Justin.
Pintu kamar mandi terbuka,aroma sabun Justin yang eksotis membuat Justin menoleh kearah kamar mandinya.
Pintu kamar mandi terbuka,aroma sabun Justin yang eksotis membuat Justin menoleh kearah kamar mandinya.
Ia mendapati
Eliza dengan rambut hitamnya yang basah. Kemeja putih yang kebesaran itu
membuat Eliza semakin sexy ketika memakainya. Justin tercengan melihat itu Ia
berusaha mati2an menahan nafsunya. Sungguh ia baru pertama kali tertarik dan
serius pada wanita "sabar Justin"gumamnya dalam hati.
Eliza
berjalan kikuk menghampiri Tuannya yang menatapnya dengan tatapan aneh
menurutnya "Tuan"sapanya ragu
Justin menyeringai senang ia mencium aroma sabun yang ia pakai kini melekat ditubuh Eliza "makanlah aku sudah menyiapkan makanan untukmu"ucap Justin
Justin menyeringai senang ia mencium aroma sabun yang ia pakai kini melekat ditubuh Eliza "makanlah aku sudah menyiapkan makanan untukmu"ucap Justin
Eliza
berjalan menuju arah nampan yang berisi makanan tepat disebelah ranjangnya ia
mulai memakan makanan itu. Justin berjalan menghampirinya. Ia melihat paha
Eliza yang terbuka disela2 kemejanya
Bahkan
lengan baju yang ia gulung tetap saja menutupi tangannya Justin tersenyum melihatnya
fire whiskey yg ada ditangannya hanya dipegang tidak diminum melihat Eliza jauh
lebih menarik dari pada minim fire whiskey
"bagaimana kau suka?"tanya Justin lembut
Eliza mengangguk & tersenyum senang.
"bagaimana kau suka?"tanya Justin lembut
Eliza mengangguk & tersenyum senang.
Justin duduk
didepannya melihat Eliza lebih menarik dari pada melihat penari2 eksotis yang
ada diclubing pikir Justin. Hampir 10mnt Eliza makan lalu ia meminum secangkir
coklat Justin mengigit bibir bawahnya ketika melihat tetesan keluar dari bibir
Eliza.
Eliza
menyudahi minumnya dan menaruh cangkir itu. Eliza hendak membersihkan tetesan
yang masih melekat dibibirnya tp tangan Justin menahannya, Justin berjalan
bangkit sementara tangannya masih menahan Eliza. Ia menatap Justin bingung.
Perlahan ia mengangkat dagu Eliza lalu menciumnya dgn lembut.
Rasa Coklat
manis yang melekat dibibir Eliza dapat dirasakan Justin ditambah lidah Eliza
sedang bergulat dengan lidahnya. Erangan pelan terdengar ditelinga Justin
"kau tau, kau membuatku gila Eliza"Kata Justin dlm hati.Justin
melepas ciumannya dan menatap wajah Eliza.
Eliza
menatapnya bingung, Justin mengelus pipinya dengan lembut lalu mengecup pipi
itu "Eliza"panggilnya lembut sekali
"Ya Tuan"
"Mulai sekarang kalo kita bersama kamu jangan panggil aku tuan,panggil saja Justin"
"maksud tuan?"
"Maksud aku kalo kita bersama seperti ini kau panggil saja aku Justin. Coba kamu panggil"
"Ya Tuan"
"Mulai sekarang kalo kita bersama kamu jangan panggil aku tuan,panggil saja Justin"
"maksud tuan?"
"Maksud aku kalo kita bersama seperti ini kau panggil saja aku Justin. Coba kamu panggil"
"Just-Justin"
"Justin"Ulang Justin kepada Eliza
"Justin"
Mereka terdiam sebentar sampai Justin berbicara"Eliza sekarang jam2 dini hari, untuk membunuh waktu bagaimana kalo kita menonton film"Ucap Justin sambil menunjuk TV plasma berukuran besar.
"baik"ucap Eliza sedikit bersemangat
"Justin"Ulang Justin kepada Eliza
"Justin"
Mereka terdiam sebentar sampai Justin berbicara"Eliza sekarang jam2 dini hari, untuk membunuh waktu bagaimana kalo kita menonton film"Ucap Justin sambil menunjuk TV plasma berukuran besar.
"baik"ucap Eliza sedikit bersemangat
Eliza benar2
bingung kepada Justin ia ingat Justin berlaku kasar kepadanya tapi baru saja ia
bersifat lembut sekali. Justin mulai mengotak-atik mesin yg ada didepannya home
teather tepat disamping TV"kamu suka film hantu?"
"Suka Tu- maksudku Justin"Kata Eliza
Justin tersenyum mendengar perkataan Eliza.
"Suka Tu- maksudku Justin"Kata Eliza
Justin tersenyum mendengar perkataan Eliza.
"hmm
kurasa ini film yang menarik"kata Justin sambil memasukan kaset itu
kedalam DVD player.
Justin mengpause film itu dan berjalan keluar. Eliza memperhatikannya dari belakang punggungnya sangat atletis pikir Eliza. Hampir 15mnt Justin datang dan membawa skranjang popcorn & soda.
Justin mengpause film itu dan berjalan keluar. Eliza memperhatikannya dari belakang punggungnya sangat atletis pikir Eliza. Hampir 15mnt Justin datang dan membawa skranjang popcorn & soda.
"bagaimana
bisa?"Spontan Eliza berkata seperti itu
"Tentu aku kan punya mesinnya"Ucap Justin santai dan berjalan kearah Eliza.
Mereka sudah duduk nyaman diranjang sambil makan popcorn dan juga minum soda.
"Tentu aku kan punya mesinnya"Ucap Justin santai dan berjalan kearah Eliza.
Mereka sudah duduk nyaman diranjang sambil makan popcorn dan juga minum soda.
Adegan
pembunuhan dan munculnya hantu membuat Eliza ngeri ia meminum sodanya sambil
gelisah. Justin tersenyum melihat Eliza semakin lama semakin merapat
ketubuhnya.
Eliza memencet gelas sodanya saking kaget ketika hantu itu muncul lg difilm
Eliza memencet gelas sodanya saking kaget ketika hantu itu muncul lg difilm
Minuman soda
tumpah mengenai tubuhnya dan kearah Justin.Ia terkejut ia yakin Justin pasti
akan memarahinya "Ma-Maaf" Ucap Eliza menatap Justin yg ada
disampingnya Justin lalu tersenyum dengan seringai disenyuman itu apalagi
ketika melihat bagian *** terlihat
"gak
pa2"ucap Justin senang Ia lalu merangkul Eliza mendekanya menciuminya
dengan lembut"Nanti kita mandi bersama tapi kamu harus bersihin ranjangku
besok"Ucap Justin disela2 ciumannya
"Jusssttinn aku ingin menikmati filmnya"kata Eliza ingin melepas ciumanya
"Jusssttinn aku ingin menikmati filmnya"kata Eliza ingin melepas ciumanya
"Besok
kan masih bisa, besok kamu tidur dikamar aku aja"Ucap Justin
Eliza terkejut mendengarnya O_o
Dia kan pembantu masa tidur diranjang tuannya?
Eliza terkejut mendengarnya O_o
Dia kan pembantu masa tidur diranjang tuannya?

Eliza
terbangun dari tidurnya, diliriknya pria berambut coklat emas yang terlelap
disampingnya bahkan ia tidak seberapa memperhatikan soda, keringat dan lain2
melekat diranjang. Justin tertidur sangat lelap tangannya memeluk Eliza seakan
tak ingin lepas Eliza berfikir sudah berapa puluh wanita yg tidur disini masuk
dan pergi.
Eliza hanya
satu dari berpuluh2 wanita yang pernah tidur dikamar Justin dirinya hanya benda
yang dijadika Justin untuk menghangatkan kamarnya disaat tidak ada wanita utk
diajak bercinta dan itu tanpa perasaan sama sekali. Eliza berfikir hanya
menunggu waktu saja sampai ia dibuang dengan tak layak oleh Justin.
Eliza merasa
tak pantas bersama Grey kalau bisa ia ingin menghilang dari dunia agar Grey tak
bisa menemuinya atau bertanya darimana dapat uang sebanyak itu dalm waktu
sehari. Kegalauan yang ada difikiran Eliza menghilang ketika melihat pria yang
ada disampingnya mengerjapkan matanya.
Ia melepas
pelukannya dan tanpa sepatah kata pun ia berjalan menuju kamar mandi.
SKIP
Hampir 30mnt ia mandi lalu setelah selesai ia keluar dengan selembar handuk yg menutupi bagian bawahnya. Ia mulai mengenakan pakaiannya dan berkaca didepan lemari yang besar.
SKIP
Hampir 30mnt ia mandi lalu setelah selesai ia keluar dengan selembar handuk yg menutupi bagian bawahnya. Ia mulai mengenakan pakaiannya dan berkaca didepan lemari yang besar.
Ketika ia
sudah mulai siap ia melangkahkkan kakinya pergi keluar tanpa melihat Eliza sambil
berkata "Rapikan ranjangku"
"rapikan ranjangku" Eliza menirukan perkataan Justin sambil cemberut "seenaknya dia pergi tanpa berkata hey selamat pagi! bagaimana tidurmu nyenyak tidak apakau ingin coklat panas apa banyak nyamuk disini?"kata Eliza dibuat2
"rapikan ranjangku" Eliza menirukan perkataan Justin sambil cemberut "seenaknya dia pergi tanpa berkata hey selamat pagi! bagaimana tidurmu nyenyak tidak apakau ingin coklat panas apa banyak nyamuk disini?"kata Eliza dibuat2
Eliza mulai
berpindah dari ranjang Justin ia mengambil seprei dan selimut yang kotor dan
menyeretnya keluar dari kamar itu. Justin tuh baik kalo lagi membutuhkan pikir
Eliza.
SKIP
Kenny mengeluarkan kembali susu yang diminumnya ketika melihat Eliza dalam keadaan berantakan.
SKIP
Kenny mengeluarkan kembali susu yang diminumnya ketika melihat Eliza dalam keadaan berantakan.
Rambutnya
acak2an,kancing kemeja yang beberapa terbuka serta sprei dan selimut yang ia
dekap. Terdapat luka dibibirnya dan matanya sedikit merah akibat menangis
"Kenny ini selimut & seprei Tuan Justin bagaimana aku bisa mendapatkan
penggantinya"
"uhuk
uhuk"Kenny sampai batuk karna keselek minumannya"Eliza kamu seperti
habis terkena badai angin puting beliung, berikan saja padaku aku akan menyuruh
orang utk membersihkannya kamu sungguh berantakan Eliza lebih baik kamu mandi
ini biar aku saja yg mengurus"Ucap Kenny
Eliza
menyerahkan selimut dan seprei tebal itu kepada Kenny, lalu ia ingin berlalu
tapi ia langsung berbalik ketika Kenny memanggilnya "Eliza nanti kembali
kemari aku akan memberimu sarapan"
"bajuku rusak bisakan aku mendapatkannya yang baru?"
Kenny sedikit kaget mendengar itu"Eh ya kau bisa mendapatkannya akan kusuruh orang untuk mengantarkannya"
"bajuku rusak bisakan aku mendapatkannya yang baru?"
Kenny sedikit kaget mendengar itu"Eh ya kau bisa mendapatkannya akan kusuruh orang untuk mengantarkannya"
Kenny tahu
semua itu akibat ulah Tuannya. Namun ia tak pernah menyangka bahwa Tuannya
memperlakukan Eliza sampai berantakan seperti ini karna selama ini tidak pernah
ada wanita yang keluar dari kamar Tuannya dalam keadaan buruk seperti ini.
SKIP
Eliza duduk diranjangnya, ia sudah mencuci kemeja Tuannya
SKIP
Eliza duduk diranjangnya, ia sudah mencuci kemeja Tuannya
Sebuah
ketukan pintu terdengar dari kamarnya, dengan gontai ia membuka pintu kamarnya
ia terkejut melihat seseorang yang ada dihadapannya, ia melihat wanita cantik,
lucu seperti barbie
"ini bajumu"katanya terdengar judes lalu mendorong baju pelayan itu kedada Eliza, dan beranjak pergi.
"ini bajumu"katanya terdengar judes lalu mendorong baju pelayan itu kedada Eliza, dan beranjak pergi.
Eliza merasa
aneh melihat wanita itu, ia merasa kesal lalu ia memakai pakaian itu ia tak mau
berlama2 dikamar dan dicap sebagai pemalas.
Kenny tersenyum melihat Eliza, ia segera menyuruh Eliza duduk untuk sarapan. Roti panggang, beberapa sosis, sandwich coklat panas lengkap dengan soup.
Kenny tersenyum melihat Eliza, ia segera menyuruh Eliza duduk untuk sarapan. Roti panggang, beberapa sosis, sandwich coklat panas lengkap dengan soup.
"Bagaimana
Eliza? kau suka"
"Tentu"Eliza sangat senang lalu memakannya"Kenny apakah kau tau wanita cantik tadi yang mengantarkan baju ini kekamarku"Tanya Eliza disela2 makannya
"Tentu,namanya Issabela dia adalah pelayan Tuan Justin yang paling disayang mungkin karena wajahnya yang cantik"
"Tentu"Eliza sangat senang lalu memakannya"Kenny apakah kau tau wanita cantik tadi yang mengantarkan baju ini kekamarku"Tanya Eliza disela2 makannya
"Tentu,namanya Issabela dia adalah pelayan Tuan Justin yang paling disayang mungkin karena wajahnya yang cantik"
Kenny
melanjutkan perkataannya"Eliza jangan coba2 menggangunya dia tuh
kesayangannya Tuan Justin, tentu Tuan Justin akan membelanya kecuali padaku
karna aku Kepala Pelayan tuan Justin percaya penuh padaku,lebih baik kau
berhati2 padanya banyak pelayan yang keluar akibat ulahnya"
"Kalau
kau tau itu ulahnya kenapa tidak melaporkannya saja"
"Hmm tidak, selama ia tidak berbuat parah aku tak akan melaporkannya"Kenny lalu juga memakan sarapannya"Kurasa ia tak menyukaimu Eliza,mungkin karna kau baru disini dan langsung mendapat perhatian dr Tuan Justin"
"Hmm tidak, selama ia tidak berbuat parah aku tak akan melaporkannya"Kenny lalu juga memakan sarapannya"Kurasa ia tak menyukaimu Eliza,mungkin karna kau baru disini dan langsung mendapat perhatian dr Tuan Justin"
"Um aku tak yakin"
"Coba saja kau buat ia kesal dengan mendekati Tuan Justin"
"Aku tak mau berurusan dengannya ataupun Tuan Justin"
"Bagus itu"
SKIP
Pria berambut coklat itu tersenyum sendiri menatap langit2 dan terkadang tertawa tidak jelas
"Coba saja kau buat ia kesal dengan mendekati Tuan Justin"
"Aku tak mau berurusan dengannya ataupun Tuan Justin"
"Bagus itu"
SKIP
Pria berambut coklat itu tersenyum sendiri menatap langit2 dan terkadang tertawa tidak jelas
Namun satu
yang perlu diketahui kenapa Justin bersikap seperti ini karena membayangkan
malamnya yang indah yang membuatnya Lost Control terhadap dirinya sendiri. Ya,
wanita itu Eliza.
Wanita itu sukses membuat Justin memikirkannya seharian penuh. Namun tetap saja ia menyangkal"Bodoh,jika aku menyukainya"
Wanita itu sukses membuat Justin memikirkannya seharian penuh. Namun tetap saja ia menyangkal"Bodoh,jika aku menyukainya"
Ucapnya sendiri lalu ada sebuah ketukan pintu yang
membuyarkan lamunannya
Seorang wanita cantik memasuki ruangan itu dengan sopan, Justin menatapnya "kenapa?"
"maaf tuan ada special yang ingin menemuin anda"
"katakan, aku sedang sibuk"Kata Justin dingin
"Tapi dia memaksa tuan"
Seorang wanita cantik memasuki ruangan itu dengan sopan, Justin menatapnya "kenapa?"
"maaf tuan ada special yang ingin menemuin anda"
"katakan, aku sedang sibuk"Kata Justin dingin
"Tapi dia memaksa tuan"
Justin
mendengus kesal lalu berdiri dari tempat duduknya.
Dia mengambil kacamata dan topi dengan huruf "b"
"baik saya akan kesana, dimana?"
"direstaurant, Mc Donald's Tuan"
"Mc Donald's sudah lama aku tak kesana"Katanya sambil berjalan keluar ruangan
Dia mengambil kacamata dan topi dengan huruf "b"
"baik saya akan kesana, dimana?"
"direstaurant, Mc Donald's Tuan"
"Mc Donald's sudah lama aku tak kesana"Katanya sambil berjalan keluar ruangan
Siapa yah
tamu special itu ¿ ¿ ¿
Justin mengendarai mobil ferrari
yang bercorak macan itu dengan rasa penasaran dari dalam hatinya.
Sudah lama tak ada seseorang yang mengajaknya makan disitu. Mc. Donald's adalah restauran favoritenya, mungkin jika ia tak menjadi seorang super star ia ingin sekali dapat bekerja disana.
Sudah lama tak ada seseorang yang mengajaknya makan disitu. Mc. Donald's adalah restauran favoritenya, mungkin jika ia tak menjadi seorang super star ia ingin sekali dapat bekerja disana.
Didalam
perjalan Justin menerka-nerka siapa seseorang yang mau menemuinya direstaurant,
apa mungkin Beliebers?
Wahh enak sekali makan direstaurant favorite bersama beliebersku,pikirnya.
Dengan cepat ia bergegas memakirkan mobil mewahnya ketika sudah sampai dan langsung menuju kedalam restaurant.
Wahh enak sekali makan direstaurant favorite bersama beliebersku,pikirnya.
Dengan cepat ia bergegas memakirkan mobil mewahnya ketika sudah sampai dan langsung menuju kedalam restaurant.
Ia
membuka pintu dengan tak sabar
"Justin Bieber" Didalam restaurant langsung heboh triak sana sini
Security restaurant itu pun langsung melindungi Justin dari histerisnya para wanita didalam itu
"Mari, Tuan Justin sudah ditunggu" Seorang pelayan mengantar Justin kesebuah ruangan khusus yang dipesan.
"Justin Bieber" Didalam restaurant langsung heboh triak sana sini
Security restaurant itu pun langsung melindungi Justin dari histerisnya para wanita didalam itu
"Mari, Tuan Justin sudah ditunggu" Seorang pelayan mengantar Justin kesebuah ruangan khusus yang dipesan.
Ruangan
yang dipesan begitu tenang dan tertutup, Justin duduk didepan seseorang yang
menutupi wajahnya dengan buku menu makanan, seorang pelayan memberikan buku
menu utk Justin "Saya pesan McFlurry Caramel,spagheti dan burger
cheese"Lalu menutup buku menu"Siapa kau"
"Bro,nafsu makanmu tak berubah"Kata seseorang itu menyeringai ketika menutup buku menu
"Bro,nafsu makanmu tak berubah"Kata seseorang itu menyeringai ketika menutup buku menu
"CODY?
Cody simpson"
SKIP
*rumahsakit*
"EELLIZZAA"
Deru nafas Grey menggema diruangannya yg sepi.Ia mulai mengatur nafasnya berulang kali ia memandang sekelilingnya dgn bingung, ia baru bangun dari mimpi buruknya keringat membasahi pelipisnya
Pintu kamar terbuka, Jordan muncul dan memandangnya cemas.
SKIP
*rumahsakit*
"EELLIZZAA"
Deru nafas Grey menggema diruangannya yg sepi.Ia mulai mengatur nafasnya berulang kali ia memandang sekelilingnya dgn bingung, ia baru bangun dari mimpi buruknya keringat membasahi pelipisnya
Pintu kamar terbuka, Jordan muncul dan memandangnya cemas.
"Kamu
kenapa Grey? mimpi buruk lagi"Tanya Jordan yg gelisah melihat Grey akhir2
ini sering mimpi buruk tentang Eliza.
"Eliza"kata Grey masih bingung
"sudah, kamu tenang Eliza sedang bekerja dengan baik skarang"
"aku tahu tapi firasatku berkata buruk sesuatu terjadi disana dimimpiku Eliza sedang sedih disana"
"Eliza"kata Grey masih bingung
"sudah, kamu tenang Eliza sedang bekerja dengan baik skarang"
"aku tahu tapi firasatku berkata buruk sesuatu terjadi disana dimimpiku Eliza sedang sedih disana"
"Hmm
sudahlah memang terkadang mimpi itu terasa nyata, mimpi hanyalah bunga tidur
lebih baik kau tidur seminggu lagi kamu akan operasi & terapi apa kamu mau
menyia2kan uang yang diberikan Eliza?"
Grey menggeleng lemah
"kamu benar jordan, mungkin aku terlalu kangen Eliza jadi terbawa mimpi trs"
Grey menggeleng lemah
"kamu benar jordan, mungkin aku terlalu kangen Eliza jadi terbawa mimpi trs"
Jordan
menunggu sahabatnya Grey sampai tertidur pulas.
Lalu ia keluar ruangan ia mengeluarkan Ponselnya dan terlihat menelfon seseorang
"Maaf.Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan tinggalkan pesan"Suara dari operator itu terus yg kluar ketika Jordan menelpon Eliza.
Lalu ia keluar ruangan ia mengeluarkan Ponselnya dan terlihat menelfon seseorang
"Maaf.Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan tinggalkan pesan"Suara dari operator itu terus yg kluar ketika Jordan menelpon Eliza.
Jordan
menunggu sahabatnya Grey sampai tertidur pulas.
Lalu ia keluar ruangan ia mengeluarkan Ponselnya dan terlihat menelfon seseorang
"Maaf.Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan tinggalkan pesan"Suara dari operator itu terus yg kluar ketika Jordan menelpon Eliza.
Lalu ia keluar ruangan ia mengeluarkan Ponselnya dan terlihat menelfon seseorang
"Maaf.Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif silahkan tinggalkan pesan"Suara dari operator itu terus yg kluar ketika Jordan menelpon Eliza.
"Eliza
kuharap kau bisa datang kerumah sakit tempat Grey dirawat seminggu lagi ia akan
operasi telpon aku jika kamu mendengar pesan ini"Ucap Jordan diPonselnya
SKIP
"CODY, CODY SIMPSON"Kata Justin kaget bagaimana tidak sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan sepupunya
"Iya just, aku baru saja datang kemarin"katanya lalu meminum kopinya.
SKIP
"CODY, CODY SIMPSON"Kata Justin kaget bagaimana tidak sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan sepupunya
"Iya just, aku baru saja datang kemarin"katanya lalu meminum kopinya.
"Sejak
kapan kamu mulai suka meminum kopi"
"haha sejak aku tinggal diIndonesia, ada berbagai macam kopi disana termasuk kopi luwak kamu harus coba just"
"Hey, apa kau Cody yang aku kenal?"
"Hahaha jelaslah, aku cody sepupumu yang paling tampan"
Beberapa menit pesanan Justin datang, mereka pun mulai makan.
"haha sejak aku tinggal diIndonesia, ada berbagai macam kopi disana termasuk kopi luwak kamu harus coba just"
"Hey, apa kau Cody yang aku kenal?"
"Hahaha jelaslah, aku cody sepupumu yang paling tampan"
Beberapa menit pesanan Justin datang, mereka pun mulai makan.
"kenapa
kamu tidak beritahu aku dulu kan aku bisa jemput dibandara"Kata Justin
disela2 makannya
"Haha emang sengaja aku pengen kasih kamu kejutan"
"Aku kira tadi siapa misterius banget haha"
"haha kapan kamu akan menikah?"tanya Cody
"Ha? menikah pertanyaanmu lucu sekali"
"Haha emang sengaja aku pengen kasih kamu kejutan"
"Aku kira tadi siapa misterius banget haha"
"haha kapan kamu akan menikah?"tanya Cody
"Ha? menikah pertanyaanmu lucu sekali"
"haha
aku emang lucu"
"hey tau ajalah gak ada wanita yang bisa buat aku luluh"
"ya ya ya udah aku kira kok"
"Gimana kalo kamu nginep aja dirumahku, lagian aku kangen sama sepupu yang konyol kayak kamu"
"Tenanglah, aku akan menginap dirumahmu just asal pelayanmu cantik2 kan?"
"hey tau ajalah gak ada wanita yang bisa buat aku luluh"
"ya ya ya udah aku kira kok"
"Gimana kalo kamu nginep aja dirumahku, lagian aku kangen sama sepupu yang konyol kayak kamu"
"Tenanglah, aku akan menginap dirumahmu just asal pelayanmu cantik2 kan?"
"jelaslah,
kalo ga cantik udah aku pecat, kamu boleh menyentuh mereka kecuali Eliza"
"siapa Eliza? apa dia special?"
"gak ada yang special hanya aku ga mau jika kamu mendekatinya"
Kata Justin lalu memanggil seorang pelayan"berapa semuanya?"
"wooaa just, kamu ga usah bayarin aku seharusnya kan aku yang harus mentraktirmu"
"siapa Eliza? apa dia special?"
"gak ada yang special hanya aku ga mau jika kamu mendekatinya"
Kata Justin lalu memanggil seorang pelayan"berapa semuanya?"
"wooaa just, kamu ga usah bayarin aku seharusnya kan aku yang harus mentraktirmu"
Sepertinya
justin tidak memperdulikan ucapan Cody ia tetap membayar semua makanan itu
bahkan memberi tips utk pelayan itu "Justin tak pernah mau ditraktir"
SKIP
Ketika sampai dirumah Justin yang mewah dan besar Cody berjalan membelakangi Justin "Lama tak melihat rumahmu Just"
sedangkan justin hanya tersenyum tipis
Ketika sampai dirumah Justin yang mewah dan besar Cody berjalan membelakangi Justin "Lama tak melihat rumahmu Just"
sedangkan justin hanya tersenyum tipis
Kenny
menyambut kedatangan mereka, lalu membawa koper Cody. Cody sendiri melihat
disekeliling rumah itu "Hey Just! mana orang yang namanya Eliza"
terlihat seorang wanita dengan rajinnya membersihkan lemari dan guci2 "Eliza" Suara dingin dari Justin membuat Eliza menoleh lalu menunduk
"Tuan,ada apa memanggil saya?"
terlihat seorang wanita dengan rajinnya membersihkan lemari dan guci2 "Eliza" Suara dingin dari Justin membuat Eliza menoleh lalu menunduk
"Tuan,ada apa memanggil saya?"
"Dia
yang namanya Eliza"Kata Justin
Cody menatapnya dengan kagum, ia melihat dari atas sampe bawah, rambutnya yang hitam berkilau terlihat alami, matanya yang indah, kulit eksoticnya ciri khas gadis latin dan bibirnya begitu menggoda tanpa sadar Cody mengigit bibirnya sendiri.
Cody menatapnya dengan kagum, ia melihat dari atas sampe bawah, rambutnya yang hitam berkilau terlihat alami, matanya yang indah, kulit eksoticnya ciri khas gadis latin dan bibirnya begitu menggoda tanpa sadar Cody mengigit bibirnya sendiri.
"Dia
yang namanya Eliza"Kata Justin
Cody menatapnya dengan kagum, ia melihat dari atas sampe bawah, rambutnya yang hitam berkilau terlihat alami, matanya yang indah, kulit eksoticnya ciri khas gadis latin dan bibirnya begitu menggoda tanpa sadar Cody mengigit bibirnya sendiri.
Cody menatapnya dengan kagum, ia melihat dari atas sampe bawah, rambutnya yang hitam berkilau terlihat alami, matanya yang indah, kulit eksoticnya ciri khas gadis latin dan bibirnya begitu menggoda tanpa sadar Cody mengigit bibirnya sendiri.
"pantas
saja Justin menjaganya dia begitu menarik"Pikir Cody
Justin melihat sepupunya berlaku aneh tp ia tak peduli
"Cody"panggil Justin
"Ya just"Jawabnya tersadar dari lamunannya
"Lebih baik kamu kekamar. Eliza antar Cody kekamrnya, kamu bebas memilih kamarmu yang kosong tapi"
Justin melihat sepupunya berlaku aneh tp ia tak peduli
"Cody"panggil Justin
"Ya just"Jawabnya tersadar dari lamunannya
"Lebih baik kamu kekamar. Eliza antar Cody kekamrnya, kamu bebas memilih kamarmu yang kosong tapi"
Jujur
ia ingin melumatnya sekarang tapi ia harus menahan Justin jauh lebih mengerikan
kalo marah
"Mari Tuan"
Cody memperhatikan Eliza pikiran kotor mulai mengelilingi kepalanya. Tubuh Eliza terlihat lebih menggoda dari belakang.
Setelah sampe dikamar yang dipilih Cody, Eliza mulai mebuka pintu dgn beberapa anak kunci yg dipegangnya.
"Mari Tuan"
Cody memperhatikan Eliza pikiran kotor mulai mengelilingi kepalanya. Tubuh Eliza terlihat lebih menggoda dari belakang.
Setelah sampe dikamar yang dipilih Cody, Eliza mulai mebuka pintu dgn beberapa anak kunci yg dipegangnya.
Eliza
sedikit kesal, karna beberapa anak kunci itu dari tadi tidak cocok dengan
gembok pintunya
"Lama sekali"Kata Cody sambil melihat jam ditangannya.
"Maaf Tuan dari tadi kuncinya tidak cocok"Eliza begitu cemas takut cody marah
"Sini"Cody merebut kunci2 itu dengan kasar
Cody memasukan kunci pilahannya dan pintu itu bisa terbuka.
"Lama sekali"Kata Cody sambil melihat jam ditangannya.
"Maaf Tuan dari tadi kuncinya tidak cocok"Eliza begitu cemas takut cody marah
"Sini"Cody merebut kunci2 itu dengan kasar
Cody memasukan kunci pilahannya dan pintu itu bisa terbuka.
Eliza
hanya bengong melihatnya. Jelas saja Cody hafal kunci mana yang cocok karna dia
sering menginap dirumah Justin dan sering menempati kamar ini alasanya karna
dekat dapur jadi dia bisa mengambil makanan kapanpun ia mau.
Eliza menyeret koper Cody membawanya kedalam dan menutup pintunya.
Eliza menyeret koper Cody membawanya kedalam dan menutup pintunya.
Cody
membalikan badannya menatap Eliza dengan senyuman ganjil.
Eliza melihatnya dengan perasaan aneh, apa yang akan dilakukan Cody?
Eliza melihatnya dengan perasaan aneh, apa yang akan dilakukan Cody?
Cody berbalik menatap Eliza
dengan senyuman ganjil,ia mendekati Eliza
Gadis itu merasa takut hingga ia berjalan mundur sampe tubuhnya menyentuh dinding tembok "Nama kamu Eliza? nama yang sangat bagus Justin beruntung sekali memiliki pelayan sepertimu" Eliza sedikit terkejut mendengarnya
Gadis itu merasa takut hingga ia berjalan mundur sampe tubuhnya menyentuh dinding tembok "Nama kamu Eliza? nama yang sangat bagus Justin beruntung sekali memiliki pelayan sepertimu" Eliza sedikit terkejut mendengarnya
"Kamu
memiliki tubuh yang bagus, bahkan bisa dibilang sexy. Menurutku baru kali ini
aku menemui pelayan secantik kamu"
"Tuan" Cody mencoba lebih dekat dengan Eliza
Apakah Justin sengaja menyuruh pria ini untuk menikmati tubuhnya pikir Eliza dalam hati
Eliza mulai gusar dan ingin keluar dari kamar itu tapi tidak bisa, Cody mendekatinya bahkan ingin memeluknya apalagi lemari besar itu menghalangi langkahnya kearah pintu
"Kenapa panik? kamu takut? tenanglah permainanku tidak sekasar Justin"
Cody mulai mencium bibir Eliza
"Jangaan tuan, hentikan"Eliza mencoba mendorong tubuh Cody
"Tuan" Cody mencoba lebih dekat dengan Eliza
Apakah Justin sengaja menyuruh pria ini untuk menikmati tubuhnya pikir Eliza dalam hati
Eliza mulai gusar dan ingin keluar dari kamar itu tapi tidak bisa, Cody mendekatinya bahkan ingin memeluknya apalagi lemari besar itu menghalangi langkahnya kearah pintu
"Kenapa panik? kamu takut? tenanglah permainanku tidak sekasar Justin"
Cody mulai mencium bibir Eliza
"Jangaan tuan, hentikan"Eliza mencoba mendorong tubuh Cody
Namun
tidak bisa, cody terlalu kuat tangannya yang kekar mencengkram tubuh Eliza dan
membenturkannya kedinding melumat, menjilat dengan ganas.
Tangannya dengan kasar membuka kancing baju Eliza sambil masih mencium bibir merah itu.
Tangannya dengan kasar membuka kancing baju Eliza sambil masih mencium bibir merah itu.
"Kau
sangat sempurna Eliza,andai kamu seorang pelacur aku akan membayarmu dengan
harga tinggi bagaimana bisa Justin mendapatkan pelayan sepertimu"antara
pujian dan hinaan menjadi satu
Cody menghimpit tubuh Eliza dan menaikan kaki satunya kepinggangnya Lidah cody dengan cepat masuk kemulut Eliza
Cody menghimpit tubuh Eliza dan menaikan kaki satunya kepinggangnya Lidah cody dengan cepat masuk kemulut Eliza
Air
mata perlahan keluar dari mata Eliza.Ia merasa terhina sekarang
Sebuah pintu terbuka dengan kasar Eliza menoleh kesumber suara ia terkejut melihat pria yang dikenalnya, Justin sudah diambang pintu. Wajahnya sedikit kaget dan sangat marah
Sementara Cody masih memberikan tanda2 cintanya dileher jenjang Eliza.
Sebuah pintu terbuka dengan kasar Eliza menoleh kesumber suara ia terkejut melihat pria yang dikenalnya, Justin sudah diambang pintu. Wajahnya sedikit kaget dan sangat marah
Sementara Cody masih memberikan tanda2 cintanya dileher jenjang Eliza.
Justin
berjalan cepat menghampiri mereka, sepertinya Cody tidak menyadari kehadiran
Justin hingga ia masih melakukan aksinya Eliza mencoba mendorongnya tetapi cody
menahannya terlalu kuat.
Justin menarik pundak Cody, hanya satu tarikan Cody terjatuh kelantai.
Sementara Eliza terjatuh krna kehilangan keseimbangan.
Justin menarik pundak Cody, hanya satu tarikan Cody terjatuh kelantai.
Sementara Eliza terjatuh krna kehilangan keseimbangan.
Eliza
menutup dadanya, menutupi kancing bajunya yang terbuka
"What the fuck are you doing?"
"Ma-Maafkan aku Just" Cody sangat gelisah
"Kau melanggar ucapanku, bukankah aku menyuruhmu untuk tidak menyentuhnya"
"Justin,Wanita itu"Kata Cody sambil menunjuk Eliza"Wanita itu Justin dia menggodaku"
"What the fuck are you doing?"
"Ma-Maafkan aku Just" Cody sangat gelisah
"Kau melanggar ucapanku, bukankah aku menyuruhmu untuk tidak menyentuhnya"
"Justin,Wanita itu"Kata Cody sambil menunjuk Eliza"Wanita itu Justin dia menggodaku"
Dengan
suara sedikit serak dia melanjutkan kata2nya "dia bilang kalo aku tidak
menyentuhnya dia akan bilang kepadamu bahwa aku menamparnya"
Justin menyipitkan matanya mendengar ucapan Cody
"Benarkah itu Eliza?"Tanyanya
"Ti-tidak tuan,aku tidak berkata seperti itu"
Justin menyipitkan matanya mendengar ucapan Cody
"Benarkah itu Eliza?"Tanyanya
"Ti-tidak tuan,aku tidak berkata seperti itu"
"Bohong,
Justin apa kamu percaya kepada pelayan itu"
"Tentu saja aku percaya padamu Cod, wanita ini memang tak pantas"Tatapan Justin menusuk Eliza
Eliza tak percaya apa yang diucapkan Justin, ia percaya kepada Cody yang jelas2 memutar balikan fakta.
"Tentu saja aku percaya padamu Cod, wanita ini memang tak pantas"Tatapan Justin menusuk Eliza
Eliza tak percaya apa yang diucapkan Justin, ia percaya kepada Cody yang jelas2 memutar balikan fakta.
Justin
memegang tangan Eliza dan menariknya berdiri dengan kasar. Eliza merasakan
cengkraman tangan Justin yang kuat membuat pergelangannya terasa sakit. Justin
menyeretnya keluar dari kamar Cody membawa kekamarnya dan melemparkan Eliza
keranjangnya yg besar.
Justin
mengunci kamar itu"Aku tak prcaya kamu licik juga ya Eliza" Ia
menatap Eliza yang terbaring diranjang lalu bangun berdiri dihadapannya
"Tuan saya sama sekali tidak melakukan itu"ucapnya lemah
Namun justin tak menggubrisnya malah menuduhnya "Rendah sekali kamu! apa uang yang aku kasih kekamu kurang? sehingga kamu menjual tubuhmu kecody ha?"
"Tuan saya sama sekali tidak melakukan itu"ucapnya lemah
Namun justin tak menggubrisnya malah menuduhnya "Rendah sekali kamu! apa uang yang aku kasih kekamu kurang? sehingga kamu menjual tubuhmu kecody ha?"
Justin
sangat marah
"Oh begitu ya Eliza, aku tahu ini alasanmu mengapa kamu jual tubuhmu ternyata kamu licik,memanfaatkanku dengan cerita sedihmu"
Eliza hanya bisa tertunduk,dia malu pada dirinya sendiri. Dia memang sudah tak pantas,sekarang memang benar dia menjadi wanita rendahan.
"Oh begitu ya Eliza, aku tahu ini alasanmu mengapa kamu jual tubuhmu ternyata kamu licik,memanfaatkanku dengan cerita sedihmu"
Eliza hanya bisa tertunduk,dia malu pada dirinya sendiri. Dia memang sudah tak pantas,sekarang memang benar dia menjadi wanita rendahan.
"DENGAR
YA ELIZA,AKU SUDAH MEMBELI JADI JANGAN COBA2 UNTUK KABUR ATAU MENJUAL TUBUHMU
KEORANG LAIN"
"KAU ITU PELACURKU, SAMPAI KAPANPUN KAU TETAP PELACURKU" Ucap justin keras sekali
"Aku bukan pelacurmu,justin"Tiba2 kata2 itu keluar dari mulut Eliza
"KAU ITU PELACURKU, SAMPAI KAPANPUN KAU TETAP PELACURKU" Ucap justin keras sekali
"Aku bukan pelacurmu,justin"Tiba2 kata2 itu keluar dari mulut Eliza
"Apa?
bukan pelacur? hahaha kamu ini lucu sekali jangan buat aku tertawa Eliza"
"Ya
aku bukan pelacurmu"
"dasar wanita murahan"Justin mendorong tubuh Eliza hingga terjatuh dikranjangnya,menindihnya dengan tubuh kekarnya Eliza begitu marah mendengar ucapan Justin bahkan ia tak sadar apa posisinya sekarang.
"dasar wanita murahan"Justin mendorong tubuh Eliza hingga terjatuh dikranjangnya,menindihnya dengan tubuh kekarnya Eliza begitu marah mendengar ucapan Justin bahkan ia tak sadar apa posisinya sekarang.
Eliza
memukul punggung Justin ingin lepas tp tak bisa
"Lihat ini Eliza"kata justin sambil memegang kalung yang ada huruf J itu"ini tanda bahwa kamu adalah milikku" Ia mencium Eliza dengan kasar sementara Eliza meronta2
Ia melumat menekan lidahnya kelidah Eliza
"Lihat ini Eliza"kata justin sambil memegang kalung yang ada huruf J itu"ini tanda bahwa kamu adalah milikku" Ia mencium Eliza dengan kasar sementara Eliza meronta2
Ia melumat menekan lidahnya kelidah Eliza
Eliza
mengigit lidah justin sehingga membuat justin meringis kesakitan
"kurang ajar"ucapnya lalu menampar Eliza dengan keras
"Aku akan buat kau menyesali semua perkataanmu"Justin menindih tubuh Eliza
"Jadi kamu ingin bermain kasar? akan aku berikan" Kata justin dengan seringai disenyumnya
"kurang ajar"ucapnya lalu menampar Eliza dengan keras
"Aku akan buat kau menyesali semua perkataanmu"Justin menindih tubuh Eliza
"Jadi kamu ingin bermain kasar? akan aku berikan" Kata justin dengan seringai disenyumnya
SKIP
Eliza
menutup tubuhnya dengan selimut pakaiannya serta pakaian tuannya berceceran
dilantai. Ia menatap ranjang itu dengan pandangan kosong. Permaian tuannya kali
ini benar2 membuat harga dirinya terluka
Justin menamprnya,mencengkram pundaknya,bergerak dengan kasar diatas tubuhnya.
Justin menamprnya,mencengkram pundaknya,bergerak dengan kasar diatas tubuhnya.
Bahkan
setiap perkataan yang diucapkan justin adalah sebuah penghinaan kepadanya.
Cinta? jangan harap akan muncul.
Ia begitu membenci pria itu,Justin sudah membuatnya tak layak disebut sebagai wanita,ia sudah merampas tubuhnya tak hanya itu ia juga meraspas jiwanya.
Cinta? jangan harap akan muncul.
Ia begitu membenci pria itu,Justin sudah membuatnya tak layak disebut sebagai wanita,ia sudah merampas tubuhnya tak hanya itu ia juga meraspas jiwanya.
Ia
merasa jiwanya terguncang mengingat bagaimana justin menyentuhnya dengan kasar
dan kejam,sentuhan yang memabukan walaupun kasar.
Sekarang ia tak peduli,tak peduli pada hatinya yg meronta2, ia frustasi mengacak2 rambutnya dan melempar selimut dihadapannya.
Sekarang ia tak peduli,tak peduli pada hatinya yg meronta2, ia frustasi mengacak2 rambutnya dan melempar selimut dihadapannya.
Air
mata penyesalan membasahi pipinya,Hatinya terasa sakit Ia menjerit menumpahkan
semuanya.
Eliza menjerit frustasi,melemparkan semua yang ada. Justin meninggalkannya bagai wanita yang gila karna trauma fisik dan batin. Namun justin tak pernah iba kepdanya.
Eliza menjerit frustasi,melemparkan semua yang ada. Justin meninggalkannya bagai wanita yang gila karna trauma fisik dan batin. Namun justin tak pernah iba kepdanya.
SKIP
Eliza
dengan lemah menuruni tangga dengan memakai kemeja putih yang sudah disediakan
seperti biasa. Ia melihat Justin dan Cody yang sedang bersantai menonton TV.
Cody menatap Eliza dengan tatapan tak percaya sedangkan Justin masih asik
dengan acara TV yang ia tonton. Dengan berantakan sekali Eliza membawa
pakaiannya lalu masuk kekamarnya.
"Just,kamu
apakan dia? kenapa dia sampe seperti itu?"Tanya Cody
"Aku hanya memberinya hukuman"jawab Justin lalu melangkah pergi
"Mau kemana kamu Just?"
"Jalan-jalan"ucapnya senang
"Aku ikut just"
"kamu jalan-jalan sendiri,aku ingin bersenang-senang dengan Eliza"Kata Justin lalu menuju kamar Eliza
"Aku hanya memberinya hukuman"jawab Justin lalu melangkah pergi
"Mau kemana kamu Just?"
"Jalan-jalan"ucapnya senang
"Aku ikut just"
"kamu jalan-jalan sendiri,aku ingin bersenang-senang dengan Eliza"Kata Justin lalu menuju kamar Eliza
"Hey
Just,kamu mau ngajak dia jalan-jalan kemana?"
"Rahasia, hukumannya belum selesai"
Mendengar itu tidak tahu kenapa Cody merasa iba.
SKIP
Justin membuka pintu kamar Eliza dengan kasar sontak membuat Eliza terkejut pria yang dibencinya kini berada dihadapanya dan tersenyum dengan ciri khasnya.
"Rahasia, hukumannya belum selesai"
Mendengar itu tidak tahu kenapa Cody merasa iba.
SKIP
Justin membuka pintu kamar Eliza dengan kasar sontak membuat Eliza terkejut pria yang dibencinya kini berada dihadapanya dan tersenyum dengan ciri khasnya.
Eliza
sangat menarik bagi Justin, rambut hitam gelombangnya, mata indah itu,bibirnya
yang merah merekah tubuhnya yang sexy membuat justin tak bisa menahan untuk
tidak mencicipinya bahkan seharipun. Ia berjalan mendekati Eliza dan wanita itu
hanya terdiam bagai disihir agar membeku.
Justin
memperhatikan wajah Eliza yang berantakan akibat ulahnya,tanganya mulai
menyentuh pipi Eliza dan mata hazelnya mulai menatap Eliza dengan tajam. Ia
mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Eliza diciumnya dengan lembut,
Namun
yang ia rasakan seperti berciuman dengan patung Eliza tak membalas.Justin
melepaskan ciumannya melihat kilatan amarah dimata Eliza"Kenapa sayang?
kamu marah?"
Eliza masih kesal hingga ia hanya bisa terdiam"Kenapa Eliza? kamu cuma terdiam apa kamu lupa siapa tuanmu? kalo tuan bertanya bukankah harus dijawab?"
Eliza masih kesal hingga ia hanya bisa terdiam"Kenapa Eliza? kamu cuma terdiam apa kamu lupa siapa tuanmu? kalo tuan bertanya bukankah harus dijawab?"
"Kamu
bilang,kamu bukan pelacur! kenapa bisa kamu berpikiran seperti itu?"Kata
Justin mencengkram dagu Eliza
"Asal tau saja ya Eliza,ini adalah lelucon yang paling lucu yang pernah aku dengar"
"Karna aku akan membayar hutangku"
Justin melepas dagu Eliza,mundur beberapa langkah dan berbalik mencoba memproses ucapan Eliza.
"Asal tau saja ya Eliza,ini adalah lelucon yang paling lucu yang pernah aku dengar"
"Karna aku akan membayar hutangku"
Justin melepas dagu Eliza,mundur beberapa langkah dan berbalik mencoba memproses ucapan Eliza.
Justin
tertawa, tertawa keras dan melengking mengerikan"Kamu bercanda Eliza"
ia berbalik menghadap Eliza"membayar hutang adalah jawaban terkonyol"
"aku tak bercanda,kau lihat saja aku akan membayar hutangku"
"Iya iya, aku percaya tapi tetap saja kamu itu pelacurku"
Justin merebahkan tubuh Eliza kekranjang.
"aku tak bercanda,kau lihat saja aku akan membayar hutangku"
"Iya iya, aku percaya tapi tetap saja kamu itu pelacurku"
Justin merebahkan tubuh Eliza kekranjang.
Eliza
menatapnya tak takut membuat Justin merasa tertantang "Kau tahu kenapa
semua wanita berlomba-lomba mendekatiku? bahkan ingin tidur diranjangku?"
"karna seperti ini yang akan aku lakukan kepada mereka kau beruntung Eliza bisa mendapatkannya secara gratis"Jarinya bergerak dileher Eliza
"karna seperti ini yang akan aku lakukan kepada mereka kau beruntung Eliza bisa mendapatkannya secara gratis"Jarinya bergerak dileher Eliza
"Lihat
saja para Beliebersku mereka harus membayar untuk bertemu denganku, sedangkan
kau?"
Justin
mencium Eliza memasukan lidahnya kemulut Eliza hingga bertemu dengan lidah
Eliza yang pasif
Justin menggigit telinga Eliza sementara ia hanya menahan siksaan dari Tuannya.Tangannya mulai turun membuka satu per satu kancing kemeja putih yang dipakai Eliza sementara ia masih sibuk mencium leher Eliza.
Justin menggigit telinga Eliza sementara ia hanya menahan siksaan dari Tuannya.Tangannya mulai turun membuka satu per satu kancing kemeja putih yang dipakai Eliza sementara ia masih sibuk mencium leher Eliza.
Eliza
mengerang tertahan menikmati permainan gila dari Tuannya ciumannya bagai
sengatan listrik yang menjalar sampai ia menjambak rambut justin akibat
perlakuannya yang terkesan liar"Tu-Tuan Heentikan aarghh"Rintih Eliza
Justin seakan tak perduli malah semakin liar mencium semua milik Eliza.
Justin seakan tak perduli malah semakin liar mencium semua milik Eliza.
SKIP
Justin menatap Eliza yang terlelap dikasurnya,ia tersenyum melihat wanita itu dirapikan rambut Eliza yang berantakan akibat ulahnya ia terlihat puas lalu mencium kening Eliza dengan lembut.Melihat Eliza yang tertidur begitu damai,begitu manis tidak seperti biasa yang dipancarkan hanya kilatan amarah
Justin menatap Eliza yang terlelap dikasurnya,ia tersenyum melihat wanita itu dirapikan rambut Eliza yang berantakan akibat ulahnya ia terlihat puas lalu mencium kening Eliza dengan lembut.Melihat Eliza yang tertidur begitu damai,begitu manis tidak seperti biasa yang dipancarkan hanya kilatan amarah
Lalu
Justin keluar dan membuka pintu kamar Eliza. Ia mendapati Cody sedang duduk
menonton TV.Justin menghampiri Cody dengan senang.
Tapi sesuatu membuatnya terkejut!!
Tapi sesuatu membuatnya terkejut!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar